4 Perbedaan Aplikasi Luno dan Pintu

Ersan
Kembali ke blog


lama baca 3 menit

Industri cryptocurrency kian berkembang beberapa tahun terakhir di berbagai negara, masyarakat dunia pun turut merasakan dampak positifnya. Salah satu diantaranya adalah peningkatan adopsi dan akses ke cryptocurrency bagi masyarakat luas. Hal ini didukung dengan hadirnya beberapa marketplace atau exchange dalam bentuk aplikasi seperti Pintu dan Luno. Aplikasi Pintu (PT Pintu Kemana Saja) diluncurkan di Indonesia di kuartal pertama 2020, tepatnya Pintu memulai debutnya di Maret 2020.

Mengusung konsep yang hampir sama dengan Luno - aplikasi jual-beli aset kripto yang mudah dan praktis, Pintu juga ingin menyiasati user interface dan istilah rumit yang sulit dipahami masyarakat awam. Selain itu, Pintu juga menawarkan fitur transaksi aset kripto seperti mengirim, dan menyimpan melalui smartphone.

Tentunya, setiap aplikasi penyedia layanan jual-beli aset kripto seperti aplikasi Pintu dan Luno memiliki keunggulannya masing-masing. Di bawah ini, kami telah rangkum sedikit pembahasan tentang perbedaan Luno dan Pintu yang dapat Anda jadikan tolak ukur untuk memilih aplikasi yang cocok untuk Anda.

Interface Aplikasi Luno dan Pintu

Dua fitur utama yang wajib tersedia di aplikasi penyedia layanan jual-beli aset kripto seperti Luno dan Pintu adalah fitur wallet dan grafik pergerakan harga aset kripto. Fitur wallet berfungsi untuk membantu transaksi jual/beli aset kripto. Jika klasifikasikan secara terperinci, transaksi ini meliputi transaksi deposit wallet fiat (IDR untuk Indonesia) untuk simpan dana Rupiah yang akan digunakan untuk beli aset kripto, transaksi beli aset kripto, dan transaksi jual aset kripto.

Berbeda dengan wallet fiat, wallet aset kripto juga berfungsi untuk kirim dan terima aset kripto. Dengan tampilan interface yang simple, kedua fitur di atas telah hadir baik di aplikasi Luno maupun Pintu. Transaksi beli dan jual aset kripto dapat dilakukan dengan mudah di kedua aplikasi ini. Satu perbedaan yang cukup menonjol adalah fitur exchange atau bursa yang dilengkapi dengan advance charting dan tradingview belum tersedia di aplikasi Pintu. Sedangkan untuk aplikasi Luno, fitur ini dapat diakses dengan baik pada aplikasi mobile maupun website Luno.

Keragaman Koin (Jenis Aset Kripto)

Pada aplikasi Pintu terdapat 17 jenis koin yang dapat diperjualbelikan. Berbeda dengan Pintu, Luno saat ini memiliki 6 jenis koin, lima cryptocurrency dan satu stablecoin. Enam jenis koin tersebut adalah Bitcoin, Ethereum, XRP, Bitcoin Cash, Litecoin, dan USDC (USD Coin) sebagai satu stablecoin di Luno.

Jumlah koin di Luno tidak sebanyak aplikasi Pintu, hal ini dikarenakan Luno memiliki standar atau kriteria pemilihan koin yang sesuai dengan prioritas utama kami yaitu keamanan (tahan dari serangan 51%, double spending, pembobolan keamanan, gangguan teknis, dsb) dan tentunya Anda, pelanggan kami.

Jumlah Pengguna Luno dan Pintu

Dikutip dari Kontan, total jumlah investor aset kripto di Indonesia per Maret 2021 mencapai 4 juta berdasarkan data Bappebti. Dari jumlah tersebut, terdapat sejumlah investor yang menggunakan Luno dan Pintu untuk melakukan kegiatan investasi aset kripto. Kedua aplikasi ini memiliki pengguna yang sudah cukup banyak di Indonesia. Dilansir dari kanal Berita Satu, aplikasi Pintu sudah diunduh oleh lebih dari 100,000 pengguna, sedangkan Luno kini memiliki lebih dari 500,000 pelanggan di Indonesia dengan total pengguna hampir 8 juta di seluruh dunia.

Dengan kehadirannya di 40 negara ini juga Luno telah melayani lebih dari 8 juta pelanggan dari berbagai belahan dunia. Sejak diluncurkan di tahun 2013 dengan nama BitX, Luno telah memproses volume transaksi sebanyak US$ 21 miliar (IDR 300 triliun). Berbeda dengan Pintu yang diluncurkan pada Maret 2020, saat ini aplikasi Pintu hanya tersedia di Indonesia.

Biaya transaksi Luno dan Pintu

Kemudian dari sisi biaya layanan yang diberikan oleh Luno dan Pintu cukup beragam. Dalam sebuah aplikasi penyedia layanan jual-beli aset kripto biasanya terdapat beberapa jenis biaya. Mulai dari biaya deposit atau isi saldo, biaya transaksi beli/jual aset kripto, dan biaya tarik dana (withdrawal). Luno dan Pintu menerapkan biaya deposit Rp 0 kepada setiap pelanggannya.

Sedangkan untuk biaya kirim di kedua aplikasi ini dipisahkan berdasarkan alamat wallet. Gratis untuk sesama pengguna masing-masing aplikasi dan dinamis (tergantung seberapa padat traffic blockchain) untuk kirim aset kripto ke wallet di luar aplikasi Luno dan Pintu.

Jadi pilih mana? Luno atau Pintu?

Seperti yang sudah kami jelaskan di bagian atas artikel ini, pastinya setiap aplikasi penyedia layanan jual-beli aset kripto memiliki keunggulan masing masing, termasuk aplikasi Luno dan Pintu. Mana yang lebih baik atau terbaik? Hanya Anda yang bisa menjawabnya karena kebutuhan dan selera setiap pengguna tentunya berbeda-beda. Artikel ini hanya berfungsi sebagai landasan yang membantu Anda untuk melakukan komparasi sebelum memilih aplikasi penyedia layanan jual-beli aset kripto yang cocok untuk Anda.

Baca info lainnya seputar dunia kripto di blog kami atau ikuti kami di media sosial kami seperti Instagram, Facebook, dan YouTube Luno Indonesia.

Avatar Ersan
Penulis

Ersan

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan dan belajar tentang cryptocurrency sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo