Berita kripto: Analisis pasar & harga Bitcoin semester 1 2020

Tim Luno
Kembali ke blog


4 minute read

Berita kripto minggu ini kembali lagi! Peristiwa terkini di pasar kripto, pergerakan harga Bitcoin baik dari sisi fundamental maupun teknikal kami bahas tuntas.

 

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

 

Tidak terasa separuh dari tahun 2020 sudah kita lewati dan kami rasa penting bagi kita semua untuk sedikit menengok kebelakang melihat sejauh ini apa saja yang terjadi di dunia kripto di 2020.

 

Diawali dengan candlestick hijau di bulan Januari yang menandakan tren bullish Bitcoin, optimisme pasar Bitcoin pun berlanjut ke Februari. Makin ‘hijau’, harga Bitcoin pun cetak rekor tertingginya di 2020 (year-to-date) pada bulan Februari di kisaran US$10.500 / BTC atau saat itu setara dengan Rp 147 juta. Tak lama berselang, pandemi COVID-19 memicu kehancuran pasar (market crash) global yang menghanguskan seluruh profit yang terlihat sebelum Maret.

 

Namun, Bitcoin bangkit kembali dengan kenaikan 27%, dan sejauh ini di 2020 Bitcoin telah mengungguli pasar saham. Kecuali XRP, hampir sebagian besar aset kripto terbaik berdasarkan kapitalisasi pasar (market cap) berada di zona hijau. XRP sejauh ini mengalami penurunan market cap sebesar 9% di 2020. Salip posisi Bitcoin, Ether (ETH) mencuat sebagai aset kripto terbaik yang sejauh ini telah naik 75% di tahun 2020.

 

Pemulihan pasar kripto yang terjadi pasca market crash, terlihat stagnan dalam beberapa pekan terakhir. Pergerakan harga Bitcoin masih berada di kisaran US$9.000 (Rp 131 juta) and US$9.800 (Rp 141 juta) sejak awal Mei hingga saat ini.

 

Analisis harga Bitcoin

Jangka pendek

 

 

Setelah lebih dari seminggu pergerakan pasar masih dalam kondisi sideways dengan batas (range-bound sideways) di sekitar US$9000 (Rp 131 juta), akhirnya pada hari Senin BTC tembus level US$9.300 (Rp 134 juta) dan bahkan harga close di kisaran US$9.400 (sekitar Rp 136 juta). Kenaikan harga ini merupakan yang tertinggi sejak 25 Juni. Namun sayangnya hal tersebut tidak cukup menarik bagi para investor / trader untuk memompa kenaikan volume trading. Akibatnya, ada sedikit retrace ke level resistance US$9.300 (Rp 134 juta) yang kami sebutkan sebelumnya.

 

Jika kita analisa dari sisi support, level support US$9000 (Rp 131 juta) secara signifikan semakin kuat dalam beberapa minggu terakhir. Namun sekarang level tersebut menjadi zona kritis yang harus diwaspadai jika momentum kenaikan harga Bitcoin tidak berlanjut.

 

Sementara itu, sebelum Bitcoin naik untuk hadapi zona psikologisnya di US$10.000 (Rp 145 juta), ada sejumlah level resistance lebih kecil yang harus ditembus Bitcoin - meskipun akan dibutuhkan volume trading yang lebih besar untuk dapat mempertahankan tren naik dan breakout hingga menembus garis tren turun yang kami tunjukkan dalam warna hitam di grafik.

 

Jangka panjang

 

Pada level makro (lebih besar), kami melihat BTC bertahan di fase ketidakpastian. Jika kami uraikan lebih detail, Bitcoin berhasil pulih pasca market crash akibat COVID-19 dengan volatilitas dan volume mingguan Bitcoin terlihat rendah di kisaran harga trading yang secara umum sama. Rendahnya volatilitas dalam jangka panjang bukanlah hal yang biasa kita lihat di pasar BTC dan mengingat kondisi lingkungan sosial-ekonomi pasca COVID-19 seperti saat ini, tentunya kita tidak akan terkejut jika terjadi price action dengan arah yang lebih jelas dalam waktu dekat.

 

Kabar baiknya

 

BTC telah mengungguli pasar saham sejauh ini di 2020. Pemulihan yang kuat sejak pertengahan Maret membuat harga BTC kembali ke level yang sama seperti di Februari tahun ini. Kebijakan moneter yang terus berkembang juga berfungsi untuk menggembleng banyak pendukung cryptocurrency terbesar. Meskipun demikian, banyak pihak yang percaya bahwa Bitcoin kurang berperan sebagai safe haven dikarenakan korelasinya yang tinggi dengan pasar saham selama periode sell-off pasar saham.

Volume Bitcoin perlahan-lahan tunjukkan tren naik

 

Rata-rata volume trading mingguan cenderung turun sejak Bitcoin kembali mencapai level US$10.000 (Rp 142 juta) di awal Mei. Tren di paruh pertama tahun 2020 memang masih naik, tetapi tidak ada kepastian apakah tren ini akan berlanjut atau tidak karena pasar masih terlihat stagnan. Paruh kedua 2020 kemungkinan akan ditandai dengan penurunan volume trading, seperti yang kita lihat di awal semester kedua tahun 2019.

 

Pasar mash terlihat takut 

 

Jika kita melihat kembali paruh pertama tahun 2020 dari perspektif sentimen pasar, maka terlihat tren yang jelas. Kecuali saat lonjakan bulan Februari dan beberapa lonjakan kecil di bulan Mei, sentimen pasar masih berada di bawah zona netral dan zona ‘fear’ tahun ini. Kurang dari 25% dari paruh pertama 2020 sentimen market menunjukkan ‘greedy’, yang artinya; Ketidakpastian dan ketakutan di pasar hampir mendominasi paruh pertama 2020.

Hype yang berbeda untuk Bitcoin dan Ethereum di 2020

 

Tren pencarian Google menunjukkan bahwa Bitcoin dan Ethereum memiliki dua periode hype yang berbeda selama paruh pertama tahun 2020. Saat minat pencarian Bitcoin sentuh level tertinggi ketika pasar anjlok di bulan Maret, minat pencarian Ethereum justru memuncak pada pertengahan Februari, ketika harga ETH meningkat dengan cepat. Nama Bitcoin pun sempat kembali mencuat ketika Bitcoin halving terjadi bulan Mei, tetapi tidak melampaui level di bulan Maret.

 

Selain itu, satu hal yang juga menarik adalah minat pencarian Ethereum masih cukup tinggi. Ini terjadi setelah pasar pulih dan di sepanjang kuartal kedua tahun 2020. Hal ini kemungkinan terjadi karena meningkatnya minat terhadap DeFi. Di sisi lain, minat pencarian Bitcoin turun lagi pasca halving di bulan Mei 2020. Saat ini tingkat minat pencarian Bitcoin pun kembali ke level yang sama seperti awal Maret.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

It’s never too late to get started

Buy, store and learn about Bitcoin, Ethereum, XRP and Litecoin now

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo