Apa itu cryptocurrency?

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 7 menit

Konsep uang digital pertama kali diperkenalkan pada tahun 1982 melalui sebuah tulisan oleh David Chaum. Uang digital muncul dalam berbagai wujud dalam 27 tahun terakhir, dengan sejumlah proyek ‘e-cash’ yang gagal, meskipun beberapa sempat menunjukkan kenaikan sebelum akhirnya menghilang, termasuk di dalamnya Flooz, Beenz dan juga DigiCash milik Chaum.

Mereka memberikan beberapa alasan sebagai penyebab kegagalan perusahaan - perusahaan tersebut - mulai dari penipuan hingga perselisihan antara karyawan dan atasan dalam perusahaan. Faktor penentu yang menyebabkan kegagalan mereka sebenarnya adalah sifatnya yang tersentralisasi. Mereka mengadopsi pendekatan Pihak Ketiga Terpercaya (Trusted Third Party), dimana perusahaan-perusahaan di balik proyek inilah yang melakukan verifikasi dan menjadi fasilitator transaksi pengguna.

 

Ketika DigiCash gulung tikar pada tahun 1998, banyak yang meyakini bahwa ide uang digital tidak mungkin diwujudkan. Namun, ada seorang atau sekelompok orang yang tidak berpikir demikian - Satoshi Nakamoto. Nakamoto menyadari bahwa desentralisasi merupakan kunci dari impian uang digital - sebuah medium pertukaran yang dibangun untuk internet, suatu wadah yang mengoptimalkan penggunaan seluruh potensinya untuk menciptakan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah, serta menjadi solusi permasalahan klasik dari sistem keuangan. Dari sanalah cryptocurrency lahir.

Masuklah Satoshi

‘Satoshi Nakamoto’ merupakan julukan yang digunakan oleh seorang atau sekelompok orang. Banyak investigasi yang telah dilakukan untuk membuka kedoknya, namun hingga kini masih belum ada bukti yang memadai untuk membongkar siapa mereka. Yang diketahui secara pasti adalah pada tahun 2008, Satoshi Nakamoto mengeluarkan ‘Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System (Bitcoin: Sebuah Sistem Uang Elektronik Peer-to-Peer)’, yang kini dikenal sebagai laporan resmi Bitcoin. Laporan tersebut menawarkan sebuah bentuk uang digital, sebuah cryptocurrency  yang disebut Bitcoin.

 

Satoshi sukses melakukan apa yang selama ini dikerjakan oleh para akademisi, perusahaan korporat, peneliti dan banyak pihak lainnya menjadi sebuah rancangan yang logis dan juga menolong untuk menerapkannya. Satoshi juga merancang seluruh sistem Bitcoin menjadi sebuah sistem yang sifatnya ‘open source’ - artinya, kode sistem tersedia bagi siapa saja untuk dilihat dan diamati. Tidak ada yang tersembunyi. Seiring berjalannya waktu, banyak pihak yang bekerja dengan kode tersebut sehingga hasilnya menjadi sangat berbeda dengan garis besar mula-mula yang ditawarkan oleh Satoshi.

Bagaimana cara kerjanya 

Inovasi Nakamoto yang memungkinkan munculnya Bitcoin adalah blockchain, yang merupakan teknologi yang mendasari sebagian besar cryptocurrency yang ada.

 

Blockchain merupakan buku kas yang terdistribusikan. Sama seperti buku kas yang dimiliki oleh bank untuk mengawasi seluruh transaksi digital yang kita buat dalam mata uang fiat. Namun berbeda dengan buku kas bank, tidak ada otoritas pusat yang mengendalikannya. Siapa saja di dalam jaringan bisa melihat transaksi yang telah dibuat. Ini memberikan keamanan, transparansi dan kepercayaan yang membuat banyak orang bersemangat tentang Bitcoin. Bayangkan seperti sebuah Google doc yang dapat diakses oleh semua orang. Siapa saja dapat melihat setiap perubahan yang dibuat dan memiliki hak yang sama untuk menentukan apakah perubahan tersebut tetap dilakukan atau tidak. Untuk melakukannya, blockchain menggunakan algoritma konsensus yang memastikan perubahan yang benar telah dilakukan dan tidak ada yang dapat membajak proses untuk kepentingan pribadi. Blockchain juga menggunakan kriptografi untuk memastikan ketika sebuah perubahan diverifikasi, perubahan tersebut tidak dapat dibatalkan.

Blockchain kini tidak hanya digunakan untuk cryptocurrency saja. Secara teori, Anda dapat menyimpan data apa saja pada blockchain, dan banyak perusahaan dari berbagai industri menggunakannya untuk fungsi yang berbeda, seperti menelusuri barang dalam rantai persediaan. Namun, cryptocurrency masih merupakan aplikasi yang paling menonjol dalam blockchain.

Blockchain Bitcoin

Buku kas blockchain Bitcoin terdistribusi ke seluruh jaringan pengguna Bitcoin. Semua orang dalam jaringan dapat melihatnya dan meyakini apa yang ada di dalamnya sebagai sesuatu yang benar. Setiap transaksi yang dilakukan menggunakan Bitcoin tercatat pada buku kas Bitcoin dan dikirim ke seluruh jaringan Bitcoin yang bisa dilihat oleh siapa saja.

 

Buku kas yang telah diperbarui kemudian disalin ratusan ribu kali, setiap jamnya, ke berbagai komputer untuk memastikan bahwa semua orang memiliki versi yang sama. Mereka kemudian memverifikasi bahwa transaksi tersebut telah benar-benar terjadi dan tidak ada yang kesalahan. Jika paling tidak 51% mengkonfirmasi transaksi tersebut, maka transaksi tersebut akan ditambahkan secara permanen ke dalam blockchain.

 

Blockchain harus diperiksa sebanyak dua, tiga, bahkan empat kali oleh berbagai komputer di seluruh dunia. Anda juga dapat mengatur agar komputer Anda menjadi bagian dari jaringan dan membantu untuk melakukan verifikasi transaksi sekaligus ‘menambang’ Bitcoin.

 

Apakah jaringan yang ada di dalam blockchain Bitcoin? 

Node Bitcoin pada dasarnya adalah sebuah tempat penyimpanan, seperti sebuah laptop atau PC, dengan akses internet, yang memiliki kemampuan menyimpan blockchain Bitcoin. Node ini menyampaikan informasi dari pengguna kepada penambang. Mereka juga menyimpan blockchain Bitcoin. Node-node yang ada saling melakukan sinkronisasi. Walaupun salah satu node dalam keadaan luring selama beberapa waktu, node tersebut akan mengunduh data terbaru dari node lainnya ketika kembali terhubung ke internet.

 

Jika kita kembali ke analogi Google doc, bayangkan Anda mendapatkan akses View-only. Apabila Anda mendapat akses, Anda dapat melihat dokumen tersebut kapan saja selagi Anda dalam keadaan daring. Jika Anda dalam keadaan luring, setiap perubahan yang dibuat oleh pihak yang memiliki akses pengeditan akan memperbarui dokumen ketika Anda kembali dalam keadaan daring. Jika kita akhiri analogi kita, inilah yang dikenal sebagai lightweight client. Namun, sebuah lightweight client tidak bisa disamakan dengan sebuah node. Untuk menjadi sebuah node, ia haruslah client “penuh (full)”. Client penuh merupakan client yang menjadi pemilik blockchain dan yang juga berbagi block dan transaksi ke seluruh jaringan.

 

Siapa saja dengan tempat penyimpanan yang cukup dan terhubung dengan internet dapat menjalankan node. Namun, node tidak harus menambang Bitcoin. Seluruh penambang adalah node, tetapi tidak semua node merupakan penambang. Mereka merupakan bagian yang vital dalam ekosistem karena mereka berkontribusi untuk sistem desentralisasi, dan pada akhirnya pada keamanan blockchain. Namun, para penambang memiliki peran yang lebih penting. Merekalah yang ‘menemukan’ Bitcoin.

 

Bagaimana Bitcoin diterbitkan? 

Mata uang fiat diterbitkan oleh bank sentral, sedangkan Bitcoin baru “diterbitkan” kepada para penambang melalui imbalan block setelah menyelesaikan sebuah block. Mereka melakukannya menggunakan perangkat keras khusus untuk menyelesaikan permasalahan komputasi rumit, yang menghasilkan output 64 karakter yang terlihat acak. Output ini dikenal sebagai ‘hash’.

 

Fungsi hash merupakan sebuah proses matematika dimana data dalam berbagai ukuran disimpan dan dimasukkan ke dalam serangkaian proses untuk mengubahnya menjadi sebuah ‘hash’. Data dengan ukuran yang tetap sangatlah penting ketika berurusan dengan jumlah transaksi dan data yang besar. Alih-alih mengingat semua data yang ada, fungsi hash memadatkan seluruh data tersebut ke dalam ukuran yang tetap untuk mempermudah pelacakannya.

 

Pada Bitcoin, para penambang menggunakan SHA-256 Cryptographic Hash Algorithm (Algoritma Hash Kriptografi). Data yang dimasukkan oleh para penambang ke dalam fungsi hash SHA-256 meliputi seluruh transaksi terkini yang bisa dimasukkan dalam batasan ukuran block, hasil hash block sebelumnya, serta nonce. Nonce merupakan nilai acak yang diubah oleh penambang pada setiap usaha hash untuk mendapatkan output baru. Perubahan input sekecil apapun dapat menghasilkan output yang sama sekali berbeda. Para penambang Bitcoin mencari output dengan jumlah angka nol tertentu.

 

Kini, para penambang Bitcoin perlu menemukan hash yang dimulai dengan sembilan belas angka nol. Untuk mendapatkan angka ini diperlukan banyak sekali percobaan. Ketika hash tersebut ditemukan, block tersebut ditutup dan ditambahkan ke dalam blockchain. Setelah sukses menambang sebuah block, penambang dihadiahi dengan Bitcoin yang baru dibuat dan biaya transaksi.

 

Tapi tunggu dulu … persediaannya telah diatur 

Untuk memastikan cara penerbitan Bitcoin berkelanjutan, pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, memasukkan sebuah aturan ke dalam protokol Bitcoin yang menyatakan bahwa imbalan yang diperoleh para penambang akan berkurang 50% setiap 210,000 block (kira-kira setiap 4 tahun). Peristiwa ini dikenal sebagai ‘Bitcoin halving’, atau ‘Halvening’. Sejak munculnya Bitcoin di tahun 2009, telah terjadi dua kali peristiwa halving. Imbalan pertama bagi para penambang adalah 50 Bitcoin untuk setiap block yang ditambang. Jumlah ini kemudian berkurang menjadi 25 Bitcoin pada tahun 2012, 12.5 Bitcoin pada tahun 2016 (imbalan yang sekarang berlaku), dan halving berikutnya diperkirakan terjadi pada bulan Mei 2020, dimana imbalan akan berkurang menjadi 6.25 Bitcoin.

 

Salah satu ciri utama Bitcoin adalah adanya batasan jumlah Bitcoin yang akan beredar. Batas persediaan Bitcoin adalah 21 juta. Ketika jaringan telah mencapai batas tersebut, tidak akan ada Bitcoin yang bisa diterbitkan lagi. Namun, jika 21 juta Bitcoin ini diterbitkan dengan cara yang salah, maka akan terjadi serangkaian masalah.

 

Cryptocurrency lainnya 

Bitcoin mungkin adalah cryptocurrency yang pertama, namun ada banyak cryptocurrency yang dikembangkan sejak lahirnya Bitcoin. Menurut CoinMarketCap.com, sebuah situs web penelitian pasar, terdapat lebih dari 2,200 cryptocurrency berbeda dipertukarkan secara publik. Sebagian aset tersebut merupakan ‘fork’ dari blockchain Bitcoin, dan sebagian lainnya merupakan blockchain yang sama sekali baru. Mereka dibangun oleh orang-orang yang meyakini bahwa Bitcoin tidak mampu memenuhi beberapa fungsi uang tertentu, atau juga untuk memenuhi tujuan yang sama sekali berbeda.

 

Contohnya, Bitcoin Cash, yang diluncurkan pada bulan Agustus 2017 sebagai hasil fork keras dari blockchain Bitcoin yang asli. Motif utama dari fork tersebut adalah untuk meningkatkan ukuran block pada blockchain, dari 1MB menjadi 8MB (kemudian menjadi 32MB) untuk memampukan transaksi yang lebih cepat.

 

Contoh dari cryptocurrency yang sama sekali baru adalah Ether, yaitu cryptocurrency yang diterbitkan pada blockchain Ethereum. Bitcoin menyimpan daftar laporan keuangan dan transaksi pada blockchainnya, sedangkan blockchain Ethereum dirancang untuk menyimpan jenis data yang berbeda. Data tersebut dapat diakses dan digunakan oleh program komputer yang bergerak pada blockchain Ethereum. Program ini dinamakan aplikasi terdesentralisasi, atau dApps. Para pengembang di seluruh dunia dapat membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi pada blockchain Ethereum. Tujuan dari hal tersebut adalah untuk meningkatkan industri keuangan, penyimpanan informasi pribadi, manajemen dan banyak hal lainnya dengan menggunakan sifat transparan dari blockchain.

 

Bagaimana saya bisa mendapatkan cryptocurrency? 

Jika Anda bukan penambang, Anda perlu membeli cryptocurrency melalui perantara atau bursa. Pertama-tama, Anda perlu sebuah dompet - sebuah aplikasi daring yang dapat menyimpan mata uang Anda. Dompet ini memerlukan kunci pribadi dan publik yang mengidentifikasi Anda pada blockchain.

 

Kunci pribadi Anda merupakan “tiket” yang memampukan Anda untuk menggunakan bitcoin Anda. Kunci ini hampir tidak pernah dipegang oleh pengguna, pengguna biasanya diberi sebuah seed phrase yang menuliskan informasi yang sama seperti kunci pribadi dalam bentuk sandi. Mereka juga akan mengizinkan siapa saja yang memiliki kunci pribadi Anda untuk menyetujui sebuah transaksi menggantikan Anda, artinya, mereka dapat mengirimkan seluruh cryptocurrency Anda dari dompet Anda ke dompet mereka. Transaksi ini tidak dapat dibatalkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keamanan kunci pribadi Anda. Jangan bagikan dengan siapapun.

 

Sebaliknya, kunci publik Anda dapat dibagikan secara publik. Kunci ini merupakan identitas Anda pada blockchain, sama seperti alamat email Anda. Ini adalah alamat yang Anda berikan kepada orang lain supaya mereka bisa mengirimkan uang. Program dompet yang baik, seperti Luno, akan mengamankan kunci pribadi Anda bagi Anda, mengizinkan Anda melakukan transaksi dengan mudah, dan mempermudah Anda untuk membagikan kunci publik Anda kepada orang lain supaya mereka dapat mengirim uang kepada Anda.

 

Ketika Anda memiliki dompet Anda, pada umumnya Anda akan membuat akun pada suatu bursa, dan mengirimkan uang nyata ke akun Anda untuk membeli cryptocurrency. Baik dompet dan bursa dapat ditemukan di tempat yang sama, contohnya platform Luno.

 

Apa yang dapat saya lakukan dengan cryptocurrency saya? 

Cryptocurrency dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Seperti mata uang lainnya, cryptocurrency dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa. Banyak penjual - baik daring maupun luring - yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran - mulai dari penjual ritel besar hingga restoran kecil lokal. Mata uang digital lain seperti XRP dan Ethereum masih belum diterima secara luas, namun mereka mulai menuju ke arah sana.

 

Cryptocurrency juga dilihat sebagai kesempatan investasi. Cryptocurrency dikenal volatil, dan dengan membeli atau menahan atau mempertukarkannya, orang-orang telah menghasilkan jumlah uang yang besar - atau kehilangan jumlah yang besar.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo