Berita kripto: Bitcoin di tengah anjloknya pasar global

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 4 menit

Dalam berita kripto minggu ini, kami telah rangkum analisa mengapa harga Bitcoin turun. Di samping itu, Anda juga dapat melihat bagaimana pergerakan harga Bitcoin dibandingkan dengan aset lain di tengah kepanikan global. Selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.

Merosot di akhir pekan - dimana level support harga Bitcoin saat ini?

Harga Bitcoin merosot cukup tajam pada tanggal 8 - 9 Maret (Minggu hingga Senin). Harga Bitcoin turun dari kisaran US$9.000 (sekitar Rp 126 juta) ke sekitar US$7.700 (Rp 111 juta).

 

Di lihat dari Daily Moving Average, Harga menerobos ke bawah level moving average 200 hari (200DMA) dan 100 hari (100DMA), kini harga Bitcoin (saat informasi ini kami tulis) berada di kisaran US$8000 (Rp 112 juta) - namun secara historis volume trading di level ini biasanya cukup tinggi.

 

Level ini dapat menjadi level support yang kuat. Namun, apabila level support ini ditembus, ada kemungkinan harga dapat turun ke level support berikutnya di US$7200 atau sekitar Rp 104 juta.

Perbandingan Bitcoin dengan kelas investasi lain di tengah kepanikan global

Bitcoin vs minyak

Harga minyak mentah anjlok sekitar 30% pada hari Senin (9 Maret) ke level terendah sejak Februari 2016. Hal ini memicu aksi jual aset di pasar global akibat wabah virus corona (Covid-19). Pada level terendah, para pedagang minyak (crude oil traders) mengalami kerugian sekitar 55% dari tahun sebelumnya. Demikian pula, pasar AS telah anjlok sekitar 15% di tahun ini.

 

Meskipun Bitcoin telah turun sekitar 26% dari level tertinggi tahun ini, Bitcoin masih naik sekitar 7% sejak 1 Januari tahun ini. Ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih mengungguli pasar saham dan minyak.

 

Meskipun sulit untuk menentukan penyebab penurunan harga aset global, kemungkinannya adalah trader saham dan komoditas terkena margin call dan stop loss. Kondisi ini memaksa trader melikuidasi aset  mereka untuk mempertahankan posisi trading agar kerugian tidak bertambah besar.

Bitcoin vs saham

Anjloknya pasar saham tahun 2009 dapat saja terjadi kembali dalam waktu dekat ini. Indeks volatilitas VIX, indikator risiko pasar saham, melonjak ke angka 55 pada 9 Maret. Ini merupakan level tertinggi sejak 2009.

 

Dow Jones Industrial Average merosot 6,9% - hampir sentuh nilai kerugian harian terbesar (biggest daily loss) yang pernah tercatat - sementara FTSE Inggris turun 7,7%. Di Asia juga tidak jauh berbeda, Nikkei Jepang ditutup turun 5,1% di bawah penutupan Jumat. Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi hingga 3%. Bahkan harga saham berkapitalisasi besar tersebut sempat anjlok lebih dari 4%.

 

Di sisi lain, Bitcoin (BTC) turun 13% dalam kurun 48 jam. Penurunan ini merupakan yang terbesar kedua setelah penurunan di awal Januari 2020. Meskipun demikian, jika kita lihat pergerakan di tahun ini, harga Bitcoin masih mengalami kenaikan 7.5%.

 

Dilihat dari indikator Bitcoin options skew - yang dapat dijadikan tolak ukur ekspektasi para investor akan pergerakan harga di waktu yang akan datang - naik secara signifikan seminggu terakhir. Menurut cointelegraph.com, skew dapat mengukur ketakutan akan turunnya harga lebih lanjut.

Harga tunjukkan tren bearish, Volume trading Bitcoin masih positif

Rata-rata volume trading Bitcoin 7 hari terlihat sangat berbeda tahun ini dibandingkan tahun lalu. Setelah volume Bitcoin mulai naik setelah awal Januari tahun ini, volume trading Bitcoin belum turun ke posisi terendah di tahun ini. Sejauh ini, volume trading terendah di 2020 adalah US$ 192 juta pada 1 Januari lalu.

 

Meskipun harga menunjukkan indikasi "bearish" dalam beberapa minggu terakhir, volume rata-rata  saat ini (sekitar US$ 700 juta - US$ 1 miliar) berada jauh di atas posisi terendah akhir 2019 yaitu sekitar US$ 150 juta (Rp 2,1 triliun). Seperti yang terlihat di bawah ini, volume rata-rata tahun 2020 melampaui sebagian besar rata-rata volume bulanan tahun 2019, kecuali di bulan Juni dimana volume mencapai US$ 3,5 miliar.

Kapitalisasi pasar aset kripto di tengah ketakutan global

Turunnya nilai aset secara dramatis juga terlihat di pasar kripto akibat berita negatif tentang virus corona. Saat harga Bitcoin terkoreksi, altcoins juga turun. Ether (ETH) turun 7,07%, Bitcoin Cash (BCH) turun 14,09% dan Litecoin (LTC) turun 14,92% dengan harga sekitar $50 (Rp 750 ribu) / LTC.

 

Kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan saat ini mencapai $ 222,2 miliar dimana Bitcoin masih mendominasi 64% kapitalisasi pasar. Harga Bitcoin mulai sedikit pulih dimana terjadi kenaikan ke US$7935 (Rp 115 juta) pada Rabu pagi 11 Maret 2019.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo