Berita Kripto: Terjadi koreksi harga, volume BTC justru melonjak

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 4 menit

Selalu ada yang menarik untuk diperhatikan saat menganalisa pasar kripto beserta pergerakan harganya, terutama Bitcoin! Awal pekan lalu pasar tampak stabil dan naik perlahan dengan beberapa penurunan kecil tapi masih menunjukkan tren naik. Namun tak lama kemudian terjadi koreksi tepat di atas US$10.000 (Rp 150 juta). Dengan demikian, terjadi penurunan mingguan hampir 15% dari level tertinggi di kisaran US$12.000 (Rp 180 juta). Altcoins lainnya seperti Ether dan XRP pun mengikuti tren yang hampir sama dengan penurunan masing-masing sekitar 25% dan 18%. 

 

Bukan hanya aset kripto yang turun - pasar saham juga jatuh tepat sebelum akhir pekan lalu. Indeks VIX, yang mengukur volatilitas pada S&P 500 dan sering disebut fear index, melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan lebih. 

Namun, tampaknya masih terlalu awal untuk membuat beberapa kseimpulan. Misalnya kesimpulan bahwa koreksi yang terjadi saat ini tergolong kecil atau ada pergeseran tren yang mengindikasikan ketidakpastian di pasar. Saat terakhir kali kami melihat lonjakan indeks VIX, tak lama disusul dengan S&P 500 dan BTC yang terkoreksi tajam. Namun ternyata semua itu adalah koreksi kecil sebelum pasar mulai kembali naik. Apakah hal tersebut akan terjadi lagi, atau apakah kali ini kita akan melihat koreksi yang lebih besar?

 

Analisis harga

Seperti yang mungkin juga Anda ketahui bahwa pasar bullish tidak akan bertahan terus-menerus. Koreksi harga adalah hal yang sudah biasa di pasar aset manapun, termasuk koreksi harga yang saat ini terjadi di pasar BTC. Minggu lalu, harga Bitcoin turun dari US$12.000 menjadi US$10.000 setelah BTC gagal menembus level US$ 12k untuk kedua kalinya sejak yearly-high di level US$12.500 (Rp 185 juta).

 

Namun, kabar baiknya adalah weekly close Bitcoin US$10.250 berada di atas level resistance dari bulan Februari. Dengan RSI yang saat ini terlihat oversold, tren turun yang terhenti di level yang sama dengan level tertinggi bulan Mei dan level psikologis US$10.000 (Rp 150 juta), seharusnya daya beli investor atau trader cukup kuat saat ini. Selain itu, level resistance yang berubah menjadi support biasanya secara teknis merupakan sinyal bullish.

 

Jika harga bertahan di level mingguan saat ini, bulls harus mengantisipasi kemungkinan bounce ke yearly-high sebelumnya di bulan Februari dengan kisaran level US$10.500 (Rp 155 juta). Hal tersebut dilakukan juga untuk menguji kembali (retest) yearly-high.

 

Kabar lainnya, harga BTC juga mulai stagnan selama beberapa hari terakhir dan jika harga sulit bertahan di level saat ini, kemungkinan besar BTC akan turun ke kisaran US$9.000 an dengan support di level US$9.500 (Rp 141 juta). Secara teknis skenario tersebut merupakan sinyal bearish dimana bear biasanya akan mengerahkan amunisinya untuk mulai menjual / memperpendek tren pasar.

 

Extreme Greed pun berakhir

Dengan koreksi harga di pasar kripto saat ini, sentimen telah turun secara drastis. Dari angka 80 minggu lalu, nilai indeks berkurang setengahnya dalam sehari dan sekarang kembali ke level Fear. Dengan level "Extreme Greed" yang mendominasi selama lebih dari sebulan akhirnya berakhir, perubahan besar dalam sentimen akan sulit diprediksi.

 

Volume Bitcoin bounced lebih dari 60%

Saat terjadi penurunan harga, di saat yang bersamaan aktivitas trading di semua exchange pun meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan volume BTC dalam beberapa pekan terakhir pun akhirnya berhenti pekan lalu. Rata-rata volume trading mingguan naik lebih dari 60% selama seminggu terakhir. Namun, kenaikan volume akibat penurunan harga biasanya bukanlah sinyal yang baik, karena koreksi harga didukung oleh volume yang kuat. Untuk menstimulasi price action, jika terjadi bounce atau kenaikan harga minggu ini maka harus disertai dengan volume yang sama kuatnya.

 

Volatilitas akhirnya kembali naik

Sebulan setelah BTC naik ke kisaran US$12.000 (Rp 180 juta) untuk pertama kalinya di tahun ini, volatilitas pun kembali meningkat. Kali ini, volatilitas naik disebabkan oleh koreksi harga saat BTC turun lebih dari 10% pada Kamis lalu. Volatilitas mingguan sekarang kembali di atas angka 4%, angka yang sama dengan volatilitas di awal Agustus tahun ini.

 

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo