Berita kripto: Harga BTC meroket, XRP menyusul

Tim Luno
Kembali ke blog


4 minute read

 

Harga Bitcoin masih menjadi bagian dari berita bullish yang mendominasi Berita Kripto pekan ini. Harga Bitcoin ditutup (close) minggu lalu di atas level penting yang kami sebutkan minggu lalu, yaitu US$10.500 (Rp 152 juta). Level ini penting karena merupakan harga close mingguan tertinggi dalam lebih dari setahun dan tentunya berpotensi menjadi level support yang penting untuk melihat arah gerak BTC selanjutnya. Namun di sisi lain, rally pekan lalu yang sepertinya tak terhentikan akhirnya harus terhenti di US$12.000 (Rp 176 juta) di akhir pekan.

 

Total open interest senilai US$1,3 miliar (Rp 19 triliun) dilikuidasi di semua trading pairs selama koreksi, dengan US$ 735 juta (Rp 10,7 triliun) berasal dari BTC futures. Pertanyaannya sekarang adalah apakah bulls cukup kuat untuk dorong harga hingga tembus resistance di US$12.000.

 

 

Tanpa diduga XRP susul tren naik

 

BTC terlihat kuat secara teknis - volume trading terus meningkat. Selain itu, kami juga melihat adanya peningkatan kemampuan skalabilitas Bitcoin (penjelasan lebih lanjut ada di bagian bawah artikel ini). Altcoin juga tak mau kalah, XRP diam-diam dan tanpa diduga telah melonjak dengan return lebih dari 40% selama seminggu terakhir. Ethereum juga mempertahankan momentum kuatnya - naik 27% minggu ini.

Analisis harga Bitcoin

 

Jangka pendek

 

Pekan lalu, harga Bitcoin berhasil close di atas level US$10.500 (Rp 152 juta). Level tersebut berpotensi untuk dijadikan sebagai level support baru, dan penurunan harga pada hari Minggu menyebabkan harga turun tepat ke level ini sebelum para bulls masuk. Terlepas kebetulan atau tidak, posisi level US$10.500 (Rp 160 juta) yang sebelumnya bertindak sebagai resistance kemudian berubah jadi support secara teknis adalah sinyal bullish yang jelas dan kuat.

 

Aktivitas trading BTC kini ramai di kisaran US$11.000 (Rp 160 juta) dan bulls pun mencari penutupan mingguan (weekly close) di atas US$11.500 (Rp 168 juta). Tapi bukan tidak mungkin jika kita harus uji ulang level US$10.500 dalam beberapa minggu mendatang dimana bears tentunya berharap weekly close terjadi di bawah level tersebut.

 

Volume trading nyaris sentuh level tertinggi tahunan

Rata-rata volume trading mingguan terus meningkat dalam sepekan terakhir dan nyaris sentuh nilai volume trading tertinggi tahunannya. Saat harga Bitcoin mulai bergerak naik, kami melihat volume trading lebih dari US$ 2 miliar (Rp 29 triliun) dalam beberapa hari. Dapat kami pastikan bahwa tren turun volume trading dalam tiga bulan terakhir telah berbalik arah.

 

 

Volatilitas terus naik saat dump di akhir pekan

 

 

Volatilitas Bitcoin telah terus meningkat selama minggu lalu terakhir, yang tentunya tidak mengejutkan setelah aksi jual besar-besaran (sell-off) akhir pekan kemarin. Tingkat volatilitas 7 hari sekarang mendekati 5%. Ini adalah level tertinggi sejak Bitcoin halving pada awal Mei lalu.

 

Sentimen pasar berada di level “Greedy

 

 

Indeks Fear & Greed telah bertahan di area "Extreme Greed" dalam sepekan, tetapi jatuh ke level "Greed" pada Senin malam lalu. Bahkan sempat menyentuh angka 80 sebelum dump pada akhir pekan kemarin. Investor harus waspada karena biasanya angka indeks tidak akan bertahan lama di level ini. Selain itu, secara historis level ini menjadi indikasi puncak kenaikan pasar semakin dekat. Namun, terakhir kali level lampaui angka 80 (15 Juni, 2019), harga Bitcoin naik hampir 50% dalam 10 hari berikutnya sebelum topping out. Selain itu, indikator ini tidak aktif selama puncak lonjakan historis Bitcoin di akhir 2017.

 

Skalabilitas Bitcoin alami peningkatan 

 

Aktivitas blockchain Bitcoin mendekati level tertingginya di Desember 2017. Jumlah alamat aktif berada di level tertinggi sejak Januari 2018 dan jumlah transaksi harian pun telah meningkat. Menariknya, biaya trading secara signifikan lebih rendah daripada tahun 2017. Salah satu alasan utamanya adalah implementasi dan adopsi SegWit.

 

Data Digital signature biasanya memakan 65 persen dari ruang yang diperlukan untuk memproses transaksi. SegWit menghapus data ini dari transaksi, memungkinkan lebih banyak transaksi yang diproses per blok. Sejak aktivasi SegWit pada Agustus 2017, adopsi SegWit telah meningkat menjadi sekitar 50% dari semua transaksi.

 

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

It’s never too late to get started

Buy, store and learn about Bitcoin, Ethereum, XRP and Litecoin now

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo