Berita Kripto: Pullback Rp260 juta - Bagaimana nasib Bitcoin hingga akhir 2020?

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 5 menit

 

Market Bitcoin cenderung tenang dalam sepekan terakhir, dengan melambatnya momentum kenaikan harga gila-gilaan yang terjadi baru-baru ini. Minggu lalu Bitcoin closed di harga tertinggi sejak Desember 2017 di kisaran US$19,400 (Rp 278 juta). Namun sebelum sempat menerobos level US$20,000 (Rp 283 juta), Selasa pagi terjadi pullback yang telah lama diperkirakan dimana harga BTC turun ke US$18,000 (Rp 265 juta) pada saat info ini kami tulis.

 

Tahun 2020 akan segera berakhir dan pasar aset kripto tampaknya masih mencoba menentukan arah pergerakannya setelah terjadi pergolakan di pasar hampir setahun terakhir. Ke manakah arah gerak pasar aset kripto selanjutnya?

 

Korelasi BTC dengan S&P500 dan emas menurun minggu ini, hal ini mengindikasikan bahwa memang Bitcoin memiliki korelasi rendah dengan kelas aset tradisional. Ini merupakan perubahan yang signifikan dibandingkan kondisi awal tahun 2020 dimana saat ini ketiga aset tersebut bergerak hampir bersamaan.

 

Di sisi lain, MicroStrategy kembali menjadi sorotan minggu ini. Perusahaan ini telah membeli Bitcoin senilai US$ 475 juta (Rp 6,7 triliun) tahun ini dan tengah berencana untuk menambah lebih banyak lagi. Selengkapnya bisa Anda baca di bawah ini.

 

Analisis harga

Minggu lalu Bitcoin closed di angka yang hampir sama dengan pergerakan di Desember 2017, di kisaran US$19,400 (Rp 278 juta). Weekly-close di atas level ini menandakan sinyal bullish kuat dan kemungkinan akan mencapai harga tertinggi yang baru.

 

Penurunan harga di awal pekan di kisaran US$18,000 (Rp 265 juta) bisa menjadi level support baru, namun jika tidak bertahan di minggu ini, support kemungkinan akan berada di kisaran US$16,000 (Rp 240 juta).

 

Setelah Bitcoin terus meroket sejak bulan Oktober, kemungkinan rentang harga akan berada di antara US$18,000 - US$20,000 (Rp 265 juta - Rp 283 juta) di sepanjang sisa tahun ini. Namun, tidak menutup kemungkinan juga harga akan menyentuh level US$16,000 (Rp 240 juta). Hal ini bukan berarti bearish, melainkan kemungkinan merupakan pullback yang sehat sebelum kenaikan berlanjut.

 

Sentimen pasar tertinggi sepanjang masa

Meskipun harga Bitcoin mengalami gejolak di minggu kemarin, Indeks Fear and Greed masih berada pada level tertingginya di sepanjang sejarah indeks ini dengan indeks angka 95 kemarin dan tampak menunjukkan tren naik. Sentimen terus berada di level “Extreme Greed” selama sebulan ini. Angka indeks belum pernah mencapai lebih dari 95 sejak indeks ini diluncurkan.

 

Volume Bitcoin mencapai puncaknya? 

Setelah rekor volume tertinggi di berbagai exchange selama beberapa minggu terakhir, kini volume kembali mengalami penurunan. Dengan menurunnya pergerakan harga Bitcoin kegiatan trading pun secara alamiah mengikuti tren ini. Belakangan ini, volume yang rendah juga sering terjadi di akhir minggu, yang menurut sebagian orang disebabkan oleh alasan meningkatnya partisipasi institusional.

 

Minggu yang lambat, tetapi volatilitas masih tetap tinggi 

Harga Bitcoin kurang lebih berada di level yang sama dengan minggu lalu, namun volatilitasnya masih tetap tinggi. Terdapat beberapa pergerakan mendekati akhir minggu ini, dimana Bitcoin menyentuh level US$18,500 (Rp 267 juta) sebelum kembali pulih ke atas US$19,000 (Rp 270 juta). Volatilitas mingguan hampir menyentuh level bulan Maret di minggu lalu, namun sedikit menurun dalam beberapa hari terakhir.

 

MicroStrategy lakukan lebih banyak investasi Bitcoin 

Perusahaan publik MicroStrategy telah menjadi sorotan media tahun ini setelah membeli Bitcoin dalam jumlah besar. Minggu lalu, CEO MicroStrategy, Michael Saylor, mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah menginvestasikan dana tambahan US$50 juta dalam bentuk Bitcoin. Dana ini menjadikan total investasi Bitcoin dari perusahaan tersebut menjadi US$ 475 juta (Rp 6,7 triliun) - 90% dari saldo simpanannya.

 

Mereka kini telah memiliki lebih dari 40,800 BTC, setara dengan US $700+ juta (hampir Rp 10 triliun). Perusahaan tersebut pun kembali menjadi objek berita di media setelah umumkan rencananya untuk menjual US$ 400 juta (Rp 5,6 triliun) Bitcoin mereka untuk mendanai pembelian Bitcoin yang lebih banyak. Apakah perusahaan ini sedang beralih ke ETF Bitcoin yang telah kita nantikan selama ini?

 

Check-in Ethereum 2.0

Momentum deposit ke kontrak Eth2.0 terus berlanjut sejak tercapainya threshold dua pekan lalu. Beacon chain dan Fase 0 ETH 2.0 telah diluncurkan dengan sukses minggu lalu. Jumlah ETH yang dipertaruhkan (staking) pada kontrak deposit ETH 2.0 juga telah mencapai dua kali lipat sepanjang dua minggu ini. Total jumlah per 6 Des adalah 1,142,480 ETH, yang setara dengan 1% dari total persediaan ETH yang beredar.

Tidak ada tanggal penutupan kontrak ini, yang artinya, para investor bisa terus melakukan deposit untuk mendapatkan imbalan staking ke depannya. Imbalan bagi staker awal sangatlah tinggi dan sekarang berjumlah sekitar 15% per tahun. Imbalan akan menurun ketika makin banyak orang berpartisipasi dalam staking. Sebagai contoh, jika 10 juta ETH masuk staking, imbalan atau rewards akan menjadi 4.8% per tahun.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo