Berita Kripto: Volume Bitcoin melesat Rp280 triliun meskipun terjadi koreksi harga

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 4 menit

 

Minggu ini, pasar aset kripto cukup ramai diperbincangkan di internet, dengan terjadinya koreksi harga BTC dalam sepekan terakhir – meskipun hal ini terjadi setelah BTC berhasil memecahkan harga tertinggi sepanjang masa beberapa kali.

 

Setelah harga Bitcoin berhasil melampaui US$40,000 lebih (Rp580 juta), Ether juga kelihatan siap mengikuti jejak Bitcoin - hampir mendekati harga tertinggi sepanjang masa di angka US$1,400 pada hari Minggu. Kabar baik lainnya, total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto untuk pertama kalinya telah mencapai US $1 triliun (Rp 14 kuadriliun).

 

Koreksi harga pada hari Senin sebetulnya bukan hal yang mengejutkan. Namun, setelah harga Bitcoin jatuh lebih dari $10,000 (Rp140 juta) dalam waktu beberapa jam – sebagian kerugian telah ditutup ketika harga kembali rebound, dan bulan Januari ini masih merupakan bulan yang positif dalam pasar aset kripto dan Bitcoin masih terhitung naik sebesar hampir 20%. 

 

 

Fenomena ini adalah pengingat yang tepat bahwa cryptocurrency masih merupakan aset yang fluktuatif. Koreksi bisa terjadi, bahkan dalam kondisi pasar yang bullish, dan biasanya merupakan hal yang sehat. Waktulah yang akan membuktikan apakah ini akan menjadi permulaan koreksi yang panjang dan lebih dalam atau sekadar kesempatan untuk membeli penurunan.

 

Namun, tetaplah bijak – berinvestasilah dengan bijaksana, jangan investasikan lebih dari jumlah yang sanggup Anda relakan, dan lakukan riset atau perbarui diri Anda dengan berbagai informasi terkini seputar dunia kripto.

 

Analisis harga

 

Pasar kripto khususnya BTC nampak sibuk dalam beberapa pekan terakhir. Bitcoin tembus US$40,000 lebih (Rp580 juta) sebelum terkoreksi sebesar 28% dan turun lebih dari US$10,000 dalam waktu beberapa hari. Level support kini berada di kisaran pada ~US$30,000 (Rp460 juta) dan level berikutnya di kisaran ini sangat penting untuk diperhatikan. Jika harga melandai turun, maka kemungkinan besar kita akan menuju ke level ~US$27,000 (Rp 380 juta).

 

Koreksi sebesar 20% - 30% ini telah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah dalam kondisi pasar bullish namun terjadi dalam jangka waktu pendek, harga BTC perlu bertahan di atas US$35,000 (Rp500 juta) untuk mengakhiri koreksi ini. Tetapi penting juga untuk diingat bahwa ketika harga Bitcoin bertahan di level ini bukanlah berarti keadaan sedang bearish, melainkan bisa jadi untuk membangun momentum sebelum kenaikan yang lebih tinggi.

 

Sentimen pasar menurun – Terendah dalam dua bulan terakhir 

 

Terjadi penurunan besar dalam Indeks Fear and Greed kemarin, dengan penurunan kemarin yang mengakibatkan likuidasi massal di pasar. Tampaknya, pasar mulai menyesuaikan sikap terlalu percaya diri yang mereka tunjukkan belakangan ini.

 

Volume Bitcoin naik pesat: Lebih dari Rp280 triliun di-tradingkan

 

Volume Bitcoin di beberapa exchange terkemuka melambung naik. Angka harian yang kita amati sekarang membuat hype ritel pada bulan Des 2017 terlihat rendah, dengan volume BTC menembus ke atas US$20 (Rp280 triliun) miliar lebih kemarin – naik 350% dari puncak Des 2017. Volume real rata-rata harian Bitcoin dalam satu minggu kini berada di atas US$12 miliar (Rp168 triliun).

 

Volatilitas kembali ke level bulan Maret 

 

Bitcoin turun lebih dari 7% di awal pekan ini dan lebih dari 15% dari hari ke hari. Kondisi pasar sekarang sangat fluktuatif, dan volatilitas harian dalam satu minggu kembali ke level bulan Maret. Bitcoin telah mengalami penyesuaian sebesar hampir 6% pergerakan harian sepanjang minggu kemarin.

 

Kembalinya ritel: aktivitas Twitter tentang Bitcoin mengalami kenaikan 

Rata-rata tweet sepekan yang menyebutkan Bitcoin hampir kembali ke jumlah tertinggi bulan Desember 2017 yaitu di jumlah 100,000 tweet per hari, dan jumlah pengguna Twitter yang menyebutkan Bitcoin telah memecahkan rekor tertinggi, dengan rata-rata mingguan hampir menyentuh 50,000 tweet.

Mention di jejaring sosial Twitter merupakan alat yang baik untuk mengevaluasi hype ritel terhadap Bitcoin dan kami akan mengamati dengan seksama apa yang akan terjadi berikutnya. Penurunan aktivitas di Twitter bisa menjadi indikasi menurunnya ketertarikan ritel, dan bisa berpotensi menandai harga tertinggi Bitcoin setelah kenaikan yang didorong oleh ritel.

 

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan dan belajar tentang aset kripto sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo