Berita Kripto: Beberapa negara kembali lockdown, saham & kripto merosot

Tim Luno
Back to blog


lama baca 4 menit

Ketidakpastian kembali terjadi di pasar kripto, dengan lockdown COVID-19 kembali diterapkan di beberapa negara. Hal ini menyebabkan trader dan investor dikejutkan dengan sell-off besar-besaran di pasar saham pada awal minggu ini, kemudian diikuti dengan penurunan Bitcoin dan aset kripto lainnya. Seperti yang mungkin Anda ketahui bahwa pasar kripto memiliki korelasi erat dengan saham khususnya di tahun ini. Secara umum, sepertinya korelasi tersebut belum berubah.

 

 

Tak kalah mengejutkan, ada kabar baik juga untuk trader dan investor kripto termasuk Anda. Selama beberapa minggu terakhir mulai terlihat level support baru tepat di atas kisaran US$ 10.000 (Rp 152 juta). Sekarang kita cukup pantau pergerakan harga untuk melihat jika support tersebut akan bertahan minggu ini, atau malah turun ke level US$ 9.000 (Rp 145 juta)?

Sementara itu, ETH terpaksa harus merosot hingga lebih dari 8% dalam seminggu terakhir. Apakah ini akan menjadi koreksi terakhir di bulan ini?

 

Analisis harga

Bitcoin terlihat pulih dengan cepat pasca koreksi di awal bulan ini, tetapi tampaknya candlestick BTC kembali tunjukkan tren warna merah. Nampaknya pasar berada dalam idakpastian. Hal ini juga ditandai dengan penurunan harga di saat yang hampir bersamaan dengan kelas aset tradisional.

 

BTC tertahan di level resistance yang kuat di kisaran US$11.000 (Rp 164 juta) yang kami sebutkan minggu lalu. Harga turun hampir US$1000 (Rp 13 juta) dalam dua hari setelahnya sebelum menemukan level support tepat di atas US$10.000 (Rp 152 juta). Saat berita ini kami tulis, BTC diperdagangkan di kisaran US$10.500 (Rp 155 juta) dan kenaikan relatif volume trading pada level support yang disebutkan di atas mengindikasikan pasar dalam kondisi sehat.

 

Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa kemungkinan tren naik masih ada dan daya beli pelaku pasar BTC masih cukup. Namun, dengan indeks keuangan global yang tampaknya memburuk dan beberapa negara kembali terapkan lockdown terkait COVID, pergerakan pasar makin sulit diprediksi. Mungkin satu-satunya asumsi kuat saat ini adalah tingkat volatilitas kemungkinan akan naik dalam waktu dekat.

 

Level yang perlu diperhatikan: 

 

Secara garis besar, level yang harus diperhatikan tetap sama seperti minggu lalu. Garis support utama US$10.000 (Rp 152 juta) telah diuji pada hari Senin dan masih bertahan kuat pada saat artikel ini ditulis. Jika momentum penurunan terus berlanjut di bawah level ini, support berikutnya dapat ditemukan di kisaran US$9.800 (Rp 148 juta). Kemudian kita perlu melihat ke belakang hingga bulan Juli untuk menarik garis / level baru.

 

Jika bounce hari Senin kemarin berhasil menembus ke level atas yang lebih tinggi dalam satu pekan terakhir, maka kita perlu menguji ulang level US$11.080 (Rp 164 juta) yang menghentikan momentum kenaikan minggu lalu sebelum BTC dapat naik kembali ke yearly-high US$12.500 (Rp 184 juta), dengan zona resistance US$ 11.900 - US$12.000 (Rp 175 - 178 juta) di antara keduanya.

 

Pasar kembali ke level Fear

Indeks Fear and Greed berhasil sedikit terdorong ke level “Greed” pekan lalu. Namun indeks kembali turun akibat price action pada hari Senin pekan ini. Pasar masuk zona “Fear”, setelah Indeks turun ke angka 39. Ini merupakan posisi terendah selama dua tahun dan ini menjadi kabar baik bagi trader yang ingin mengambil posisi berlawanan arah. Bitcoin dan aset kripto cenderung naik kala sentimen sosial menunjukkan ada banyak ketidakpastian, dan keraguan.

Menurut sentimen Bitcoin terhadap grafik harga, inilah yang sedang terjadi. Sejak mencapai posisi terendah akhir pekan, harga Bitcoin telah pulih sekitar 2,4% ke level saat ini. Perlu kita ingat bahwa pasar kripto juga  berada di level ini hampir di sepanjang Juni dan Juli sebelum melonjak ke yearly-high

 

Pasca turun minggu lalu, volume BTC tetap datar

 

Volume mingguan Bitcoin tetap datar dalam seminggu terakhir. Keadaan sedikit membaik karena saat berita ini ditulis volume mulai stabil di atas US$1 miliar (Rp 15 triliun). Kami melihat lonjakan kecil volume mengikuti penurunan harga kemarin. Penurunan harga bitcoin yang disertai kenaikan volume yg signifikan bukanlah pertanda bagus. Seperti yang disampaikan minggu lalu, perubahan tren harga menjadi naik biasanya akan diikuti dengan kenaikan volume. Dengan demikian pelaku pasar akan kembali optimis.

 

Apakah volatilitas pasar kembali naik?

 

Seperti prediksi kami minggu lalu, setelah volatilitas menyentuh level terendah sejak pertengahan Juli, harga Bitcoin mulai bergerak naik-turun. Sayangnya, pergerakan tersebut mengarah ke sisi bawah dan mendorong volatilitas naik. Volatilitas mingguan (7 day) nyaris melampaui volatilitas 30 hari untuk kedua kalinya. Fenomena ini mirip eperti yang terjadi ketika Bitcoin turun 10% pada awal September lalu.

 

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Avatar Tim Luno
Author

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo