BTC vs ETH, Mana yang Performanya Terbaik Sepekan Terakhir? #BeritaKripto

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 2 menit

 

 

Sejak pertengahan Mei, Bitcoin akhirnya menyentuh angka US$42.000 (Rp588 juta) menjelang akhir minggu lalu. Nilai tersebut juga menjadi titik puncak Bitcoin yang harganya naik terus selama 10 hari berturut-turut. Periode tersebut ternyata juga menjadi rekor kenaikan harga harian Bitcoin terlama dalam 8 tahun terakhir. 

 

 

Selepas itu, Bitcoin kembali turun ke US$38.000 (Rp532 juta) pada Sabtu lalu, yang artinya Bitcoin kembali berada di rentang US$30.000 (Rp420 juta) — US$42.000 (Rp588 juta) selama 11 minggu. Pergerakan tersebut juga menunjukkan bahwa Bitcoin telah menutup bulan Juli dengan lebih unggul dibandingkan pada bulan April. Apakah kita akan melihat hal serupa di bulan Agustus?

 

 

Sementara itu, Ethereum menunjukkan performa yang lebih baik minggu lalu, walaupun sempat mengalami penurunan pada hari Senin. Ethereum telah mengungguli Bitcoin beberapa minggu ke belakang, bahkan baru saja memecahkan rekor baru di ranah kripto, dengan kenaikan harga yang terjadi selama 13 hari berturut-turut sebelum akhirnya mengalami penurunan. 

 

 

Rekor sebelumnya bagi Ethereum adalah kenaikan harga selama 10 hari berturut-turut yang terjadi pada Januari 20118. Nilai Ethereum saat ini dibuka dengan harga US$2.500 (Rp35 juta). Bisakah Ethereum mengalami kenaikan di atas US$3.000 (Rp42 juta)?

 

 

Index Fear & Greed menanjak dengan cepat sejak akhir Juli, dan minggu ini menyentuh level netral untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir. Walaupun terjadi sedikit penurunan dalam beberapa hari terakhir, market sepertinya akan mengalami lebih banyak bulish. Selain itu, volume rata-rata trading Bitcoin selama 7 hari telah kembali ke level yang sama dengan bulan Juni setelah terjadi peningkatan antara periode 26-28 Juli.

 

 

Analisis harga


Bitcoin saat ini diperjual-belikan pada kisaran US$38.000 (Rp532 juta), setelah mengalami koreksi sebanyak 10% dari harga tertinggi yaitu US$42.500 (Rp595 juta) pada bulan Agustus. 

 

 

Kisararan US$42.000 (Rp588 juta) sepertinya berpeluang besar menjadi Resistance. Angka tersebut juga menjadi Resistance pada bulan Januari, dan kini terjadi lagi di Agustus. Support level yang perlu diperhatikan adalah pada kisaran US$37.500 (Rp525 juta). Jika Bitcoin mengalami Support di titik tersebut, mungkin akan terjadi Retest pada level Resistance US$40.000 (Rp560 juta) dan US$42.000 (Rp588 juta).

 

 

Akan tetapi, jika Bitcoin berada pada level Support US$37.500 (Rp525 juta) maka kita perlu memantau Support pada angka US$35.800 (Rp501,2 juta). Skenario tersebut juga dapat berarti bahwa kisaran konsolidasi masih akan terjadi di minggu-minggu selanjutnya.

 

 

 

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan dan belajar tentang aset kripto sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo