4 strategi trading Bitcoin yang dapat Anda gunakan

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 4 menit

Banyak strategi trading Bitcoin yang digunakan trader, tapi apakah semuanya terbukti berhasil? Semuanya tergantung eksekusi dan persiapan trading. Di bawah ini, kami rangkum strategi trading yang secara umum dikenal di dunia aset kripto seperti Bitcoin.

Arbitrage

Arbitrage adalah strategi trading yang memanfaatkan selisih harga suatu aset kripto di dua Exchange yang berbeda. Strategi ini dilakukan dengan cara beli di satu Exchange dengan harga murah lalu menjualnya di Exchange lain yang harganya lebih tinggi secara simultan.

Mari analogikan harga masker di berbagai negara berbeda, tergantung jumlah permintaan dan penawaran (demand dan supply) di masing-masing negara. Misalkan harga satu kotak masker di Indonesia Rp 200 ribu sedangkan di Tiongkok Rp 350 ribu karena permintaan masker di Tiongkok lebih tinggi diaripada Indonesia. Disinilah teknik arbitrage dapat digunakan, yaitu membeli masker di Indonesia lalu Anda jual di Tiongkok dan dilakukan berulang-ulang.

Namun barang perdagangan barang fisik di lintas batas negara membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu lama. Sedangkan di dunia kripto, arbitrage jauh lebih mudah dilakukan karena perpindahan aset kripto seperti Bitcoin dari satu Exchange ke Exchange lainnya dapat diproses dalam hitungan menit.

Secara sederhana, prosesnya adalah:

  • Beli BTC di Exchange A
  • Kirim BTC ke Dompet (Wallet) Exchange B
  • Tukarkan BTC dengan IDR kemudian lihat berapa profit yang Anda dapat.

Misalnya Anda memiliki modal sebesar Rp 10 juta yang Anda depositkan untuk beli Bitcoin di Exchange A dan Exchange B.

Harga BTC Exchange A : $9900

Harga BTC Exchange B : $10.000

ROI: (10.000 – 9900) / 9000 = 1,11%

Maka jika Anda lakukan arbitrage Rp10.000.000 maka ROI-nya adalah sekitar Rp111.000. Tapi ROI tersebut masih dalam bentuk gross (keuntungan kotor) jadi jangan lupa untuk cek biaya (fee) di masing-masing Exchange. Perlu Anda ketahui juga bahwa margin dari strategi ini biasanya tipis (dibawah 1%), untuk menyiasatinya pastikan Anda memilih Exchange dengan fee yang rendah seperti Luno (0.2% untuk taker dan 0% untuk maker).

Leading indicator

Strategi lainnya yang dapat Anda gunakan adalah melihat indikator saat terjadi pergerakan harga dalam periode tertentu atau periode yang Anda inginkan. Di dunia trading ada yang dikenal dengan istilah leading indicator yaitu sebuah indikator yang digunakan banyak trader untuk memberikan sinyal beli / jual (buy/sell) pergerakan harga Bitcoin guna membantu Anda mengantisipasi pergerakan harga di masa depan.

Misalnya jika Anda ingin beli atau jual Bitcoin, Anda dapat juga harus melihat leading indicator dengan cara memperhatikan pergerakan harga di Bitcoin di Exchange lain.

Biasanya kecepatan pergerakan harga Bitcoin di beberapa Exchange tidak persis sama karena pergerakan harga Bitcoin dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di masing-masing Exchange yang tentunya berbeda-beda.

Sebut saja terdapat dua Exchange, yaitu Exchange A dan Exchange B. Karena permintaan dan penawaran di Exchange B lebih tinggi, harga di Exchange B akan lebih dahulu bergerak ketimbang Exchange A. Saat Anda ingin beli Bitcoin di Exchange A, perhatikan pergerakan harga di Exchange B. Jika harga di Exchange B mulai bergerak naik, biasanya Exchange A pun akan ikut bergerak naik. Sebelum Exchange A ikut naik, di sinilah Anda berpeluang untuk beli Bitcoin dan ketika tren di Exchange B menunjukkan tren harga terus naik, maka Anda dapat jual Bitcoin yang sudah Anda beli sebelumnya. Beberapa Exchange yang digunakan trader Indonesia sebagai leading indicator harga bitcoin adalah Bitstamp dan Binance.

Market timing

Di artikel kami sebelumnya kami pernah sampaikan bahwa penting bagi seorang trader untuk memperhatikan pergerakan harga karena dapat mempengaruhi kondisi pasar. Ada beberapa tren pasar yang biasanya digunakan para trader sebagai indikasi waktu yang tepat untuk beli atau jual.

Bull dan Bear market

Bull market terjadi ketika pembeli lebih banyak daripada penjual atau nilai pembelian lebih tinggi dari nilai penjualan (permintaan lebih tinggi daripada penawaran), maka saat itulah terjadi tren bullish.

Dalam trend ini, bull (pembeli) lebih memainkan peranannya karena naiknya permintaan akan membuat harga Bitcoin pun akan berangsur naik.

Jika penjual lebih banyak dari pembeli, atau penawaran lebih banyak dari permintaan, maka harga Bitcoin pun akan mulai turun. Tren pasar seperti ini disebut Bear market.

Breakout

Pergerakan harga di bursa atau Exchange Bitcoin manapun tidak pernah terus-menerus naik saja atau turun saja selamanya. Ada “garis batas” atau level tertentu yang kemungkinan dapat menghalangi laju tren harga. Namun, justru di sinilah peluang Anda untuk memanfaatkan level-level tersebut sebagai patokan harga untuk mengeksekusi market order baik jual atau beli.

"Garis batas" tersebut disebut Support dan Resistance. Support merupakan level terendah pada grafik harga Bitcoin dimana trader akan tertarik untuk beli karena harga dianggap murah. Sedangkan Resistance adalah level tertinggi yang menarik minat trader untuk menjual karena harga dianggap tinggi.

Bounce

Selain itu ada juga yang disebut dengan bounce yaitu memanfaatkan pantulan pergerakan harga ketika mencapai support atau resistance.

Lalu, mengapa tidak langsung jual tepat di level resistance atau beli tepat di level support?

Karena Anda memerlukan konfirmasi bahwa support atau resistance tersebut belum tembus. Pergerakan harga naik atau turun bisa saja sangat fluktuatif dan cepat hingga langsung menembus salah satu level tersebut. Pantulan inilah yang menjadi sinyal bahwa level support atau resistance masih kuat.

Selain memantul (bounce) support dan resistance juga dapat berakhir dimana harga akan menembus (break) level-level tertentu. Pada saat seperti itu Anda masih bisa mencoba breakout trading dimana Anda memanfaatkan tembusnya support dan resistance dengan asumsi bahwa tembusnya support atau resistance cenderung diikuti oleh rally.

Market making

Berikutnya adalah market making (orang yang melakukan strategi ini disebut market maker). Strategi ini memanfaatkan pergerakan naik-turunnya harga yang cepat untuk mendapatkan keuntungan. Market maker atau Scalpers biasanya tidak melihat pergerakan harga jangka panjang, tapi hanya melihat level supply & demand pasar dalam time frame atau jangka waktu yang singkat.

Sebetulnya, strategi umum yang diterapkan market maker adalah beli di harga rendah, jual di harga tinggi dalam waktu sesingkat mungkin.

Seorang market maker tidak membeli/menjual Bitcoin di harga pasar. Mereka biasanya membuat Limit Order (perintah untuk membeli/menjual Bitcoin di harga tertentu). Misalnya harga Bitcoin sekarang adalah Rp 138 juta. Market maker akan membuat limit order harga beli di Rp 137 juta, dan harga jual di Rp 139 juta. Selisih dari harga jual dan harga beli ini yang disebut sebagai Market Maker Spread. Market maker dapat mengambil keuntungan dalam keadaan market naik/turun selama ada pembeli dan penjual di harga spread tersebut.

Cut-loss

Bagaimana jika ternyata harga turun terus (downtrend)?

Jika Anda seorang market maker, salah satu strategi untuk menyiasati pergerakan harga yang fluktuatif adalah dengan melakukan cut-loss. Misalnya, Anda beli 0,1 BTC di harga Rp 139 juta / BTC kemudian harga turun menjadi Rp 138 juta / BTC. Daripada melakukan HODL, Anda dapat melakukan strategi cut-loss yaitu dengan menjual Bitcoin Anda saat harga turun agar dana hasil jual Bitcoin Anda dapat Anda gunakan kembali untuk beli Bitcoin.

Jual/beli Harga Modal Jumlah BTC
Beli Rp 139 juta Rp 13.900.000 0,1
Jual Rp 138 juta Rp 13.800.000 0
Beli Rp 133 juta Rp 13.800.000 0,103759

Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa meskipun harga turun Anda masih mendapatkan keuntungan. Tapi hal ini berlaku jika Anda trading Bitcoin berulang-ulang selama harga menunjukkan tren turun.

Dari penjelasan kami di atas, strategi apa yang paling Anda sukai? Sampaikan pendapat Anda kepada kami melalui Instagram atau Facebook kami. Jika Anda ingin tahu lebih banyak lagi tentang trading Bitcoin, kami memiliki beberapa artikel yang bisa Anda baca di sini. Namun jika Anda ingin trading Bitcoin atau aset kripto lainnya di Luno, Anda dapat klik tombol di bawah ini.

 

DAFTAR

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo