Berita Kripto: Harga Bitcoin stabil di atas Rp 150 juta 2 bulan lebih

Tim Luno
Back to blog


lama baca 4 menit

Meskipun harga Bitcoin telah turun sekitar 8% selama bulan September, Bitcoin berhasil mempertahankan rekornya. Daily-close Bitcoin terus bertahan di atas Rp 150 juta selama 72 hari berturut-turut.

 

Berita lainnya, salah satu bursa derivatif terbesar, BitMex didakwa Commodity Futures Trading Commission (CFTC) karena gagal mencegah praktik pencucian uang. Kemudian, Presiden Trump dan sebagian besar pegawai Gedung Putih lainnya didiagnosa mengidap COVID-19 dan ketidakpastian stimulus yang sempat dibicarakan Trump, diduga menyebabkan pasar saham ‘jatuh bebas’ - dan berdampak pada pasar kripto.

 

 

Analisis harga

 

Monthly-close BTC di bulan September mungkin akan menjadi kabar baik untuk Anda.

 

Bulan September harga Bitcoin close di US$10,779 (Rp 161.7 juta), lebih tinggi dari monthly-resistance tahun 2019. Di pertengahan tahun lalu, monthly-resistance berada di level US$10,761 (Rp 161.4 juta), lebih rendah dari close di bulan September ini.

 

Karena dilihat dalam time frame yang panjang (bulanan), kita dapat saja melihat adanya wick (sumbu candlestick) yang jauh lebih rendah dari harga saat ini. Namun ini bisa menjadi momen yang tepat untuk terapkan strategi beli saat harga turun dan mulai membangun posisi dalam jangka panjang.

 

Analisis on-chain

Di berita kripto kali ini kami juga telah sajikan analisis on-chain aset kripto terbaru. Dengan menganalisis aktivitas on-chain seperti ini, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang keadaan Bitcoin saat ini dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Di sini kami juga melihat aktivitas blockchain secara langsung dan menganalisis saldo, transaksi, dan keseluruhan aktivitas pelaku pasar. Hal ini memberi kami wawasan unik tentang kondisi pasar kedepannya.

 

Semua insights yang kami rangkum untuk Anda berasal dari IntoTheBlock (ITB). ITB memanfaatkan teknologi AI (machine learning) dan statistik yang canggih untuk menarik informasi yang telah disesuaikan untuk aset kripto. IntoTheBlock menjawab masalah tersulit dalam analisis kripto: untuk memberi investor pandangan yang lebih luas selain harga dan data volume. Tim kami pun menggunakan IntoTheBlock untuk menggali lebih dalam dan mendapatkan insights penting dari pasar kripto.

 

Posisi on-chain menunjukkan support dan resistance yang kuat 

In/Out of the Money Around Price menunjukkan tingkat harga Bitcoin yang telah dibeli alamat Bitcoin sebelumnya. Alamat dikategorikan jadi dua, alamat in the money (profiting / untung) atau out of the money (losing money / rugi). Ukuran cluster atau lingkaran ini mewakili volume Bitcoin yang disimpan di posisi saat ini yang dibeli dalam kisaran harga ini.

 

Di sini, kita melihat lebih dari 735.000 BTC dibeli 1,31 juta alamat di kisaran US$10.254 (Rp 153 juta) dan US$10.563 (Rp 158 juta). Hal ini diharapkan (dan sebelumnya telah) menjadi area support yang kuat karena akan ada buying pressure dari HODLer untuk mempertahankan kisaran ini.

 

Di sisi lain, ada area resistance Bitcoin yang kuat berdasarkan data on-chain. Resistance ini terletak di kisaran US$10.700 (Rp 160 juta), dimana 1,41 juta BTC telah dibeli oleh 1,91 juta alamat BTC. Hal ini menciptakan resistance dari banyak alamat ini yang ingin menutup posisi mereka ke titik impas (break-even).

 

Dengan membandingkan level-level ini dengan yang disediakan oleh analisis teknikal, kami dapat menyimpulkan bahwa pembeli diharapkan untuk membuat support di sekitar US$10.200 (Rp 153 juta), sementara penjual akan memberikan resistance di sekitar US$10.700 (Rp 160 juta).

Volatilitas Bitcoin kembali ke level Juli

Lihat 30-day volatility BTC

Seperti yang dapat dilihat di atas, Bitcoin lebih stabil akhir-akhir ini - dengan volatilitas 30 hari di bawah 21%. Hal ini adalah hasil dari rekor daily-close BTC di atas Rp 150 juta selama 72 hari berturut-turut.

 

Pada saat berita ini ditulis, volatilitas 30 hari berada di 20,71%. Periode volatilitas rendah ini terakhir kali dilampaui pada Juli 2020. Saat itu volatilitas 30 hari capai level terendah yang pernah ada (15,35%) setelah bertahan di US$9.000 (Rp 135 juta) 90 hari lebih.

 

Meskipun volatilitas rendah, aktivitas di jaringan Bitcoin melonjak

Lihat aktivitas alamat BTC selengkapnya

 

Alamat BTC aktif harian$ memberikan metrik yang berguna untuk penggunaan Bitcoin. Meskipun jumlah alamat tidak selalu sama dengan jumlah pengguna, indikator ini memberikan perkiraan aktivitas harian di jaringan Bitcoin. Seperti yang dapat kita lihat pada grafik di atas, alamat aktif harian Bitcoin mencapai level tertingginya (new-high) dalam dua tahun beberapa hari yang lalu.

 

Ini adalah indikasi yang jelas bahwa demand atau permintaan untuk penggunaan Bitcoin terus meningkat, sebagaimana tercermin dari jumlah alamat aktif. Selain itu, kami melihat tren yang sama dengan tren di awal Juli lalu. Saat itu alamat aktif harian juga mencapai titik tertinggi sementara harga Bitcoin tengah menunjukkan tren sideways. Kenaikan demand ini kemudian dilanjutkan dengan break-out harga sebesar 20% di Juli lalu.

Avatar Tim Luno
Author

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo