Indodax dan Luno - Bagaimana cara trading arbitrage di Indonesia?

Tim Luno
Kembali ke blog


6 minute read

Arbitrage atau arbitraging sama sekali bukanlah strategi trading baru. Banyak aset investasi dapat dibeli di layanan trading atau exchange (bursa) yang berbeda ataupun di wilayah hukum yang berbeda dengan harga yang sedikit lebih rendah, dan dijual dengan harga yang lebih tinggi di negara lainnya.

Tidak perlu jauh-jauh melakukan arbitrage trading lintas geografis negara, karena hal tersebut dapat dilakukan di ranah lokal. Di Indonesia sendiri, Anda dapat membeli sejumlah aset kripto seperti Bitcoin dari sebuah exchange, misalnya di Luno, lalu Anda jual di layanan exchange lainnya, misalnya di Indodax.

 

Arbitraging di negara berkembang

Fenomena arbitrage sebetulnya cukup lazim dikenal di banyak negara berkembang dengan pilihan layanan exchange aset kripto dengan likuiditas tinggi yang terbatas.

 

Belakangan ini, tren Arbitraging aset kripto mulai kembali merebak di kalangan trader kripto di berbagai belahan dunia. Bahkan ada beberapa negara yang memiliki nama khusus untuk strategi yang satu ini. Misalnya, di Korea Selatan disebut Kimchi Premium. Ini adalah perbedaan harga aset kripto di bursa kripto asal Korea Selatan dibandingkan dengan bursa kripto asal negara lain. Nama ini mengacu pada hidangan kubis yang difermentasi yang juga merupakan salah satu masakan khas negeri gingseng tersebut.

 

Secara teori, seharusnya trading dengan strategi arbitraging dapat membuat harga aset kripto sama di seluruh pasar dan platform. Namun dalam prakteknya, hal tersebut sulit dilakukan karena kendala seperti kontrol modal, volatilitas harga, biaya dan likuiditas. Meskipun demikian, setidaknya kita dapat memilah aset kripto lokal yang memiliki biaya rendah dan likuiditas tinggi seperti Luno dan Indodax.

 

Mengapa Bitcoin?

Bitcoin masih menyumbang sekitar 65% dari total kapitalisasi pasar cryptocurrency di seluruh dunia dan masih menjadi kripto utama yang diminati untuk arbitraging. Minat juga datang dari trader Indonesia, dengan volume trading Bitcoin mingguan berkisar antara Rp 150 miliar hingga hampir Rp 1 triliun di 2020 saja, Indonesia menjadi salah satu negara dengan minat aset kripto tertinggi di Asia Tenggara. Angka tersebut juga masih didominasi oleh trader yang menggunakan platform seperti Indodax dan Luno.  

 

Sebelum kita berbicara lebih lanjut tentang arbitraging (yaitu membeli dengan harga rendah dan menjual dengan harga tinggi) kita perlu memahami karakteristik dari Bitcoin itu sendiri. Karena perlu Anda ingat bahwa Bitcoin adalah aset yang dikenal memiliki potensi untung tinggi tetapi memiliki risiko yang tinggi juga.

 

Pada setiap exchange, harga Bitcoin ditentukan oleh transaksi trading terakhir yang dilakukan pada exchange tersebut. Karena exchange yang berbeda memiliki jumlah pembeli dan penjual yang berbeda pula dengan preferensi yang berbeda, wajar saja jika harga tidak akan berkorelasi 100%.

 

Anda dapat melihat exchange sebagai pasar tertutup yang tidak terhubung langsung. Selain itu, beberapa exchange memiliki aktivitas trading yang sangat rendah sehingga harga Bitcoin di exchange mereka tidak begitu stabil. Akibatnya, beberapa orang mencoba membeli Bitcoin dengan harga “murah” atau rendah di satu bursa dan kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi di bursa lain.

 

Trader yang menggunakan strategi arbitrage biasanya membeli Bitcoin di platform internasional seperti Bitstamp dan kemudian mengirimkannya ke dompet Bitcoin lokal seperti Luno di mana mereka menjualnya untuk mendapat untung.

 

Padahal sebetulnya - seperti yang telah kami jelaskan di atas, arbitraging juga dapat dilakukan di dua layanan exchange lokal. Misalnya Luno dan Indodax yang memang merupakan dua bursa kripto terbaik di Indonesia.

Memilih layanan Exchange untuk arbitraging

Dalam melakukan arbitraging, sebaiknya Anda melakukan DYOR (do your own research) atau mengumpulkan banyak informasi seputar layanan trading yang akan Anda gunakan terlebih dahulu. Pada artikel ini kami akan bantu Anda melakukan perbandingan singkat dua bursa kripto di Indonesia, yaitu Luno dan Indodax.

 

Tampilan laman trading

Baik Luno dan Indodax, keduanya memiliki fitur exchange dan laman trading yang sederhana. Namun tampilan laman trading Luno dan Indodax lengkap mencakup semua informasi dan bagian-bagian penting dalam sebuah exchange. Mulai dari grafik trading hingga riwayat aktivitas trading yang dilakukan trader pun ditampilkan di laman trading Luno dan Indodax.

 

Selain itu, trading Anda semakin mudah dilakukan karena fitur exchange Luno dan Indodax dapat dilakukan dalam satu aplikasi di ponsel Anda. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot membuka perangkat komputer Anda seperti PC atau laptop untuk trading di Luno dan Indodax.

 

Kemudahan jual-beli 

Jika Anda pelanggan setia Luno tentunya Anda telah mengenal baik fitur-fitur unggulan di Luno salah satunya adalah jual-beli instan. Fitur serupa juga dimiliki Indodax dimana Anda juga dapat jual-beli aset kripto dengan cepat melalui aplikasi di kedua layanan exchange tersebut. 

 

Biaya deposit dan penarikan dana

Salah satu keunggulan aplikasi Luno yang paling digemari oleh pelanggan setia Luno adalah biaya deposit dan withdrawal yang tentunya tidak akan menguras kantong Anda. Cukup dengan Rp4.000 saja, Anda dapat isi saldo atau deposit dana ke dompet Luno Anda.

 

Selain itu, biaya penarikan dana atau withdrawal di Luno juga tidak akan menguras isi kantong Anda. Dengan uang Rp6.500 saja Anda sudah dapat tarik dana Anda dari dompet Luno Anda ke rekening bank Anda berapapun nominal dana yang Anda tarik. Sedangkan di Indodax Anda akan dikenakan biaya penarikan 1% dengan biaya penarikan terkecil yaitu Rp25.000.

 

Biaya trading

Setiap exchange baik lokal maupun internasional akan mengenakan biaya trading. Biaya trading di satu exchange dengan biaya trading di exchange lainnya tentunya berbeda. Anda perlu pastikan bahwa Anda juga memasukkan tarif biaya trading sebagai komponen pertimbangan Anda dalam memilih exchange yang akan Anda gunakan untuk arbitrage Exchange.

 

Di Indodax, Anda akan dikenakan biaya trading untuk transaksi taker sebesar 0.3% untuk setiap transaksi trading yang Anda lakukan, baik jual atau beli. Sedangkan di Luno, Anda hanya akan dikenakan 0.2% baik untuk order taker jual maupun beli. Untuk biaya maker, Luno dan Indodax mengenakan biaya 0% kepada penggunanya, alias gratis!

 

Keamanan aplikasi

Baik Indodax maupun Luno, keduanya menerapkan sistem keamanan yang cukup kuat. Tidak hanya email dan password, Indodax dan Luno mengharuskan Anda untuk menggunakan aplikasi otentikasi dua faktor (2FA) untuk masuk ke akun Anda. Hal ini berfungsi sebagai perlindungan ekstra untuk akun Anda. Secara teknis fungsi 2FA adalah sebagai alat validasi atau pengesahan bahwa identitas seseorang yang mengakses sistem di akun Luno atau Indodax Anda adalah pengguna asli yaitu Anda sendiri.

 

Legalitas exchange

Hal terakhir tapi juga penting yang perlu menjadi pertimbangan Anda adalah memastikan bahwa exchange yang Anda gunakan berstatus legal di Indonesia. Berbeda dengan investasi atau pinjaman online yang diatur oleh OJK, atau e-wallet yang diatur oleh Bank Indonesia, aset kripto seperti Bitcoin diawasi dan diatur oleh BAPPEBTI, di bawah naungan Kementerian Perdagangan.

 

Saat ini, seluruh bursa aset kripto yang beroperasi di Indonesia dikategorikan sebagai “Pedagang Fisik Aset Kripto” dan wajib mendaftarkan diri. Hanya bursa yang terpercaya, handal, dan memenuhi kriteria spesifik yang ditentukan oleh BAPPEBTI yang dapat memperoleh sertifikat terdaftar sebelum nantinya masuk ke proses untuk mendapatkan lisensi / persetujuan. Luno dan Indodax merupakan salah dua contoh exchange yang sudah resmi terdaftar di BAPPEBTI.

 

Indodax dan Luno resmi terdaftar di Bappebti pada tahun 2020, oleh sebab itu Anda tidak perlu ragu lagi dalam menggunakan kedua exchange tersebut.

 

Bagaimana cara trading arbitrage di Luno dan Indodax?

Sebelum mulai trading arbitrage, satu hal lain yang harus Anda pastikan jauh sebelum memilih dan membandingkan layanan exchange. Anda harus paham betul bagaimana mekanisme trading aset kripto dengan baik. Akan jauh lebih baik lagi jika jam terbang trading aset kripto Anda makin tinggi.

 

Tapi sebelum itu, kami akan jelaskan sedikit konsep dasar dari cara trading arbitrage jika Anda adalah seorang pemula. Trading arbitrage adalah strategi trading yang memanfaatkan selisih harga suatu aset kripto di dua Exchange yang berbeda. Strategi ini dilakukan dengan cara beli di satu Exchange dengan harga murah. Kemudian Anda menjualnya di Exchange lain yang harganya lebih tinggi secara simultan. Selain dengan cara tersebut, Anda juga dapat melakukan trading arbitrage dengan cara lain. Cara lainnya yaitu dengan membagi dua modal Anda di dua exchange (misalnya Luno dan Indodax) yang akan Anda gunakan.

 

Kami akan umpamakan Anda telah memilih Luno dan Indodax untuk trading arbitrage.

Secara sederhana, prosesnya adalah:

 

  • Beli BTC di Luno
  • Kirim BTC ke Dompet (Wallet) Anda di Indodax
  • Jual BTC di Indodax kemudian lihat berapa profit yang Anda dapat.

Misalnya Anda memiliki modal sebesar Rp 10 juta yang Anda depositkan untuk beli Bitcoin di Luno dan Indodax.

 

Harga BTC Luno : $9900

 

Harga BTC Indodax : $10.000

 

ROI: (10.000 – 9900) / 9000 = 1,11%

 

Maka jika Anda lakukan arbitrage Rp10.000.000 di Luno dan Indodax, maka ROI-nya adalah sekitar Rp111.000. Tapi ROI tersebut masih dalam bentuk gross (keuntungan kotor) jadi jangan lupa untuk cek biaya (fee) di Luno dan Indodax. Perlu Anda ketahui juga bahwa margin dari strategi ini biasanya tipis (dibawah 1%). Untuk menyiasatinya pastikan Anda memilih Exchange dengan fee yang rendah seperti Luno (0.2% untuk taker dan 0% untuk maker).

 

Angka ROI di atas merupakan keuntungan dari satu kali trading. Jadi dapat Anda bayangkan jika Anda trading arbitrage di Luno dan Indodax setiap hari dalam satu bulan penuh. Anda akan mendapatkan keuntungan (gross) sekitar Rp 3,3 juta. Kabar baiknya lainnya adalah pasar kripto buka 24 jam tanpa ada hari libur. Pastinya jika Anda seorang trader kripto, Anda sudah tahu tentang hal tersebut. Jadi, trading arbitrage di Luno dan Indodax bisa jadi alternatif kegiatan untuk mengusir rasa bosan dimana saja dan kapan saja.

 

Nah, itulah segelintir informasi yang dapat kami sampaikan kepada Anda - para trader aset kripto. Tidak perlu merasa ragu untuk menggunakan strategi arbitraging karena strategi ini sebetulnya cukup mudah untuk dilakukan. Anggapan salah tentang arbitraging harus dilakukan di exchange internasional juga telah kami paparkan lewat simulasi Luno dan Indodax. Ikuti kami di Facebook, Instagram, dan grup Telegram Luno Indonesia untuk informasi lainnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya dari kami dan jangan lupa untuk selalu menjadi trader kripto yang bijak!

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

It’s never too late to get started

Buy, store and learn about Bitcoin, Ethereum, XRP and Litecoin now

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo