Kripto Turun Lagi Setelah Kabar Baik Twitter Tertutup oleh FUD dari Tiongkok #BeritaKripto

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 2 menit

 

Pemerintah Tiongkok nampaknya masih enggan memberikan lampu hijau untuk transaksi kripto di negeri Tirai Bambu. Meskipun trading kripto lewat jalur online masih terus berjalan, namun Tiongkok telah melarang jual-beli kripto secara resmi sejak 2019.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Bank Rakyat Tiongkok (The People’s Bank of China) baru-baru ini.  Mereka melarang bank dan lembaga keuangan lainnya untuk menyediakan layanan terkait kripto. Ini hanyalah salah satu berbagai upaya pelarangan dan tindakan keras dari pemerintah negara tersebut untuk menghentikan warganya melakukan transaksi kripto.

 

Tiongkok sebabkan pasar kripto kembali turun?

Setelah kabar tersebut beredar, harga Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami penurunan tajam pada hari Jumat lalu. Bisa dibilang, kondisi ini menjadi semacam “ujian” bagi para investor, apakah sudah kebal dengan sentimen fear, uncertainty, and doubt (FUD) dari Tiongkok?

Meskipun Bitcoin sempat jatuh ke bawah US$41.000 (Rp 574 juta) setelah berita tersebut diterbitkan, kondisi pasar umumnya cukup bertahan kuat dari goncangan sementara. Aset kripto terbesar ini mengalami rally menuju kisaran US$44.000 (sekitar Rp616 juta) pada Senin pagi. Artinya, Bitcoin kembali ke level yang sama sebelum pelarangan terjadi.

 

Twitter adopsi Bitcoin untuk ratusan juta penggunanya

Sebelum harga kripto mengalami penurunan, Twitter baru saja mengumumkan kabar baik pada hari Kamis lalu. 330 juta pengguna aktif Twitter akan dapat saling berkirim Bitcoin secara instan dan minim biaya, melalui fitur ‘tip’ yang akan segera diluncurkan. Sayangnya, kabar baik ini sepertinya tertutup oleh sentimen FUD dari Tiongkok yang perlu diwaspadai, terutama bagi investor pemula.

 

Analisis harga

 

Harga bitcoin sedang tersangkut di kisaran US$40.500-US$48.500 (Rp 567 juta - Rp 679 juta) selama lebih dari tiga minggu. Setelah menguji level US$48,500 (Rp679 juta) di minggu yang lalu, Bitcoin jatuh ke angka US$42.000 (Rp 588 juta). 

 

Setelah berupaya untuk kembali pulih, Bitcoin telah dipertukarkan di rentang US$40.500-US$45.000 (Rp 567 juta-Rp 630 juta). Level support penting Bitcoin telah terdorong ke level US$40.500 (Rp 567 juta). Jika bitcoin turun ke bawah level ini, maka support selanjutnya adalah di angka US$38.000 (Rp 532 juta).

 

Level support terdekat bitcoin minggu lalu di angka US$45.000 (Rp 630 juta), kini telah berbalik menjadi level resistance. Bitcoin telah berusaha menembus level ini sejak awal minggu. Jika berhasil ditembus, maka harga Bitcoin berpotensi naik dan menguji level resistance baru di kisaran US$48.000 (Rp 672 juta). 

 

Level US$46.000-US$48.000 (Rp 644 juta-Rp 672 juta) telah menjadi rentang konsolidasi penting di bulan Agustus dan September, sehingga kemungkingan Bitcoin akan berada pada rentang ini jika berhasil menembus angka US$45.000 (Rp 630 juta).

 

 

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan dan belajar tentang aset kripto sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo