Makin dekat ke ATH - Bitcoin koreksi tipis #BeritaKripto

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 2 menit

 

Pergerakan harga Bitcoin mula menunjukkan tanda-tanda 'lesu', dimana terjadi penurunan 4% selama 24 jam terakhir pada Rabu, 13 Oktober. Meskipun demikian, aset kripto gagasan Satoshi Nakamoto ini masih naik 7% lebih dari minggu ke minggu dan kapitalisasi pasarnya terus bertahan di atas $1 triliun, tetapi mampukah Bitcon kembali naik dekati all-time high-nya?

 

 

Bitcoin menguat di bulan Oktober

Bitcoin (BTC) mengawali minggu ini dengan kuat - berada di kisaran $58,000 (Rp 812 juta) pada hari Senin, bertahan di level $57,000 (Rp 798 juta). Dalam kurun waktu hampir dua pekan, harga Bitcoin kini naik hampir 30% dari nilainya di awal Oktober.

 

Kemungkinan besar, hal ini terjadi karena kondisi terbaru di pasar kripto Amerika Serikat. Kekhawatiran para pengguna Bitcoin di Amerika Serikat terhadap aturan pemerintah mulai berkurang, dan adanya antisipasi tinggi terhadap ETF (exchange-traded-fund) dengan Bitcoin futures yang akan diluncurkan di AS pada akhir tahun ini.

 

Nilai Bitcoin terus meningkat pesat, terutama di tengah iklim ekonomi yang penuh ketidakpastian, dan berbagai jenis aset lain terus jatuh nilainya. Emas dan perak mengalami penurunan dalam seminggu terakhir, sementara itu, pertumbuhan S&P 500 juga terbilang stagnan sejak awal bulan.

 

Sebaliknya, Ethereum (ETH), altcoin dengan market cap terbesar ini kini berada di level terendahnya ketimbang BTC sejak awal Agustus. Padahal di akhir bulan Agustus, harga ETH meningkat cukup signifikan. Sementara bitcoin sempat kesulitan untuk naik. Tapi kini situasi justru berbalik. Nilai Bitcoin yang naik melesat di bulan Oktober, bisa menjadi indikasi bahwa pasar didominasi tren bullish.

 

 

Analisis harga 

 

 

Setelah menembus dua level resistance pada awal bulan Oktober, harga bitcoin terus menanjak naik hingga mencapai $57,000 (Rp 798 juta). Kini, bitcoin dipertukarkan pada level ini usai menghadapi resistance pada angka $58,000 (Rp 812 juta).

 

Area $58,000 ini menjadi area resistance yang cukup kuat pada kenaikan tajam pertama BTC di bulan Februari. Area di antara $58,000 dan $60,000 (Rp 840 juta) sebelumnya menjadi level resistance yang kuat bagi bitcoin. Level $60,000 tidak hanya menjadi level resistance teknis yang penting, tetapi juga menjadi level resistance psikologis yang penting karena angkanya yang bulat. Bitcoin tampaknya akan mulai bermain pada level ini dalam beberapa hari ke depan.

 

Jika berhasil menembus level ini, maka resistance berikutnya adalah pada ATH (all-time high / harga tertinggi) di kisaran $65,000 (Rp 910 juta). Sebaliknya, level support pertama yang perlu diperhatikan adalah $52,000 (Rp 728 juta). Bitcoin memiliki support yang cukup kuat di angka $48,000 (Rp 672 juta) hingga $46,000 (Rp 644 juta) jika gagal mempertahankan support.

 

 

 

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan dan belajar tentang aset kripto sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo