Pasca ATH Baru, Seberapa Besar Harga Bitcoin Turun Lagi? #BeritaKripto

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 2 menit

Harga Bitcoin telah bertahan di atas level US$60,000 (Rp840 juta) selama 11 hari berturut-turut. Sebelumnya, Bitcoin diperdagangkan di atas level ini selama 5 hari penuh saat mengalami ATH di bulan April. 

Ada kemungkinan terjadi periode konsolidasi atau harga Bitcoin turun pada level ini, sebelum terjadi pergerakan harga besar lain. Tapi, belum diketahui arah pergerakan breakout selanjutnya, apakah ke atas atau ke bawah?

Altcoin segera dominasi pasar?

Dengan bitcoin yang mengalami konsolidasi atau harga Bitcoin turun di atas US$60,000, altcoin lain pun menyusul dengan segera. Total kapitalisasi pasar aset kripto kini telah meningkat menjadi lebih dari US$700 miliar (Rp 9,800 triliun) sejak awal Oktober, bahkan mencapai ATH di kisaran US$2.63 triliun (Rp 36,820 triliun). Di bulan yang sama pada tahun lalu, kapitalisasi pasar aset kripto hanya mencapai kurang dari US$400 miliar (Rp 5,600 triliun). Ini berarti telah terjadi kenaikan sebesar 500%.

ETF pecahkan rekor volume trading US$1 miliar sebelum harga Bitcoin turun

Sekadar mengingatkan kembali, minggu lalu ProShares sukses meluncurkan ETF Bitcoin pertama di Amerika Serikat. Pada hari pertama perdagangan, ETF ProShares telah mencapai volume trading sebesar US$1 miliar (Rp14 triliun) dalam bentuk aset. Belum pernah ada ETF yang mencapai jumlah aset kelolaan (AUM) sebesar US$1 miliar dalam waktu secepat ini. 

ETF bisa dibilang memiliki cara kerja mirip reksadana, dan cocok untuk pemula. Anda tidak perlu terus-terusan memantau harga dan trading secara langsung. Alasan lain yang membuat ETF makin diminati adalah, ETF mewakili saham ekuitas. Artinya, Anda bisa mendapatkan dividen dari perusahaan yang terdaftar di ETF tersebut. Jadi, portofolio yang Anda miliki pun bisa lebih variatif.

Analisis harga

Minggu lalu, bitcoin berhasil menembus ATH sebelumnya dan memecahkan rekor di angka US$67,000 (Rp 938 juta). Harga bitcoin kini mengalami konsolidasi di rentang US$60,000 -US$63,500 (Rp 840 juta - Rp 889 juta). US$60,000 menjadi level resistance yang cukup kuat bagi bitcoin di bulan April, dan level ini kini menjadi level support.

Pada bulan April lalu, ketika bitcoin beberapa kali menembus ATH, harganya menurun 10 - 20% hingga beberapa minggu selanjutnya. Jika hal yang sama terjadi lagi, maka level support terdekat di bawah rentang konsolidasi adalah di area US$55,000 (Rp 770 juta) hingga US$52,000 (Rp 728 juta). Di sisi lain, barrier bitcoin ada pada ATH sebelumnya di level US$63,500 dan ATH terbaru di US$67,000.

Isi artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan bukan saran investasi atau bentuk rekomendasi ataupun ajakan. Luno selalu menyarankan Anda untuk mendapatkan nasihat keuangan oleh Anda dan untuk Anda sendiri sebelum berinvestasi atau trading cryptocurrency.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan dan belajar tentang aset kripto sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo