Kembali ke Portal Belajar

Apa fungsi hash?

Mata uang fiat biasanya diterbitkan oleh bank sentral, sedangkan Bitcoin baru diterbitkan kepada para penambang melalui block reward ketika mereka berhasil memecahkan sebuah block. Mereka melakukan ini dengan menggunakan perangkat keras yang khusus digunakan untuk memecahkan permasalahan komputasional rumit, yang kemudian menghasilkan hash - output 64 karakter yang terlihat acak.

Output ini dikenal sebagai ‘hash’. Fungsi hash merupakan sebuah proses matematis dimana data dengan ukuran apapun disimpan dan dimasukkan ke dalam serangkaian operasi untuk mengubahnya menjadi sebuah ‘hash’. Data tersebut memiliki ukuran yang tetap dan sangat penting dalam berurusan dengan transaksi dan data dalam jumlah besar. Agar tidak perlu mengingat seluruh data tersebut, fungsi hash memampatkannya ke dalam ukuran yang tetap untuk mempermudah pelacakannya.

Dalam Bitcoin, penambang menggunakan SHA-256 Cryptographic Hash Algorithm. Data yang diinput oleh para penambang tersebut ke dalam fungsi hash SHA-256 meliputi seluruh transaksi terkini yang dapat masuk dalam limit ukuran block, hasil hash block terdahulu, dan juga nonce. Nonce merupakan nilai acak yang diubah oleh para penambang pada tiap percobaan hash untuk mendapatkan hasil baru. Sedikit saja perubahan pada input akan mengakibatkan perubahan output yang sama sekali berbeda.

Penambang Bitcoin mencari output dengan jumlah angka nol tertentu. Kini, para penambang Bitcoin harus menemukan hash yang diawali dengan sembilan belas angka nol. Untuk mendapatkan angka tersebut, diperlukan banyak sekali percobaan. Ketika hash tersebut ditemukan, block akan ditutup dan ditambahkan ke dalam blockchain. Setelah sukses menambang sebuah block, penambang akan diberi imbal balas dengan Bitcoin baru dan biaya transaksi.

It’s never too late to get started

Buy, store and learn about Bitcoin, Ethereum, XRP and Litecoin now

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo