Berita kripto: Harga Bitcoin naik, investor balik modal

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 3 menit

Jangan lewatkan berita terkini tentang dunia kripto termasuk pergerakan harga Bitcoin yang kami rangkum untuk Anda. Kali ini, kami juga membahas tentang tren harga Bitcoin naik yang menyebabkan investor balik modal. Baca selengkapnya di bawah ini!

Pasar kripto pulih mengikuti pasar saham?

Pasar kripto mengawali bulan April dengan kondisi yang cukup baik meskipun harga jatuh saat libur hari Paskah. Korelasi pasar kripto dengan pasar saham masih sangat tinggi. Diduga ada kemungkinan kenaikan harga Bitcoin di periode ini dipengaruhi oleh kenaikan serupa di pasar saham. S&P 500 telah pulih dengan tajam dan sejauh ini telah naik lebih dari 25% setelah merosot hingga menyentuh titik rendahnya pada 23 Maret lalu. Tetapi apakah kenaikan ini akan terus bertahan? Setelah pasar saham ditutup sebelum libur Paskah, ternyata pasar kripto turun cukup signifikan.

Seperti yang telah kami soroti dalam beberapa minggu terakhir, trader aset kripto harus tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian global saat ini.

Harga Bitcoin naik, investor balik modal

Kembali pulih, Bitcoin dan pasar kripto secara umum telah mengikis sebagian besar kerugian akibat harga Bitcoin turun bulan lalu. Dilihat dari pergerakan harga di sepanjang 2020, setelah merosot di bulan Maret kini Bitcoin hampir menyentuh titik impasnya (break-even).

Setelah jatuh pada 12 Maret ke level di bawah US$4.000 (Rp 63 juta), harga Bitcoin sekarang berada di kisaran US$6.900 (Rp 108 juta). Sebelumnya harga juga sempat menyentuh US$7.400 (Rp 116 juta) minggu lalu. Melihat kenaikan yang terjadi akhir-akhir ini, apakah kenaikan harga Bitcoin berlanjut dalam beberapa minggu mendatang?

Ada kemungkinan kita akan melihat harga terdorong naik ke atas US$7.000 (Rp 110 juta) jika tren naik terus berlanjut. Tapi jika bears melangkah masuk, kemungkinan akan terjadi penurunan lebih lanjut hingga ke level US$6.200 (Rp 97 juta) dalam jangka pendek.

Volume trading Bitcoin mulai meningkat diikuti dengan tren naik di pasar

Volume rata-rata trading mingguan Bitcoin sempat melonjak secara masif pasca anjloknya pasar (market crash) bulan lalu, namun volume kembali turun dengan tajam setelah itu. Secara umum, tren naik yang kami lihat dalam volume Bitcoin di tahun 2020 terus berlanjut. Hal ini dikarena kami belum melihat adanya titik terendah yang lebih rendah sejak bulan lalu. 

Sama seperti 2017, whales mulai mendominasi pasar?

Meskipun sempat anjlok, data menunjukkan akhir-akhir ini ada kenaikan jumlah whale (istilah untuk pihak yang setidaknya memiliki 1000 BTC) di pasar. Jumlah whale meningkat sejak pasar anjlok di awal tahun 2019. Pasca goncangan pasar (market crash) di bulan Maret, jumlah whale naik cukup cepat. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang melakukan jual-beli Bitcoin dalam jumlah besar sedang mengumpulkan atau menambah jumlah Bitcoin milik mereka. Whale dalam jumlah sebanyak ini belum pernah terlihat lagi sejak puncak kenaikan harga Bitcoin pada Desember 2017.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo