Berita kripto: Volume trading Bitcoin naik dua kali lipat

Tim Luno
Kembali ke blog


lama baca 3 menit

Bulan Januari 2020 bisa jadi dikatakan awal yang cukup baik bagi komunitas kripto seperti Bitcoin. Selain karena harga Bitcoin melonjak naik, ada beberapa info menarik yang telah kami uraikan untuk Anda di bawah ini.

Bitcoin tembus level support di US$8000 (Rp 112 juta)

Bitcoin tembus level support psikologisnya di awal tahun ini pada kisaran US$8000 di akhir pekan kedua Januari 2020 - meskipun sempat terjadi penurunan harga sebesar 4.4% pada 10 Januari yang diduga merupakan efek dari melunaknya reaksi Amerika Serikat atas serangan misil Iran ke pangkalan udara pasukan AS di Irak pada 8 Januari lalu.

Hanya dalam waktu satu hari, harga kembali naik hingga menembus US$8198.24 atau sekitar Rp 114,7 juta (asumsi kurs dollar AS Rp14.000) pada Sabtu 11 Januari 2020. Dengan mayoritas level support saat ini di kisaran US$8460, pergerakan positif ini terbilang lebih stabil dibandingkan dengan kenaikan harga Bitcoin di minggu pertama Januari 2020.

Pemerintah Korea Selatan diminta mudahkan akses aset kripto

Besarnya volume perdagangan aset kripto di Korea Selatan mendorong badan penasehat pemerintah yang disebut PCFIR (Presidential Committee on the Fourth Industrial Revolution) untuk mengusulkan pemerintah Korea Selatan agar Bitcoin didaftarkan di Bursa Korea dan memberikan keleluasaan kepada lembaga keuangan untuk meluncurkan produk terkait kripto, termasuk derivatif Bitcoin.

“Peserta di pasar modal tradisional (bursa efek) seperti perusahaan sekuritas dan bank harus mengembangkan dan memperkenalkan solusi berbasis aset kripto, sehingga pasar kripto di Korea Selatan tidak akan bergantung pada negara asing.” tulis komisi tersebut.

Alami lonjakan harga, volume perdagangan Bitcoin naik dua kali lipat?

Sebuah laporan yang diterbitkan pada 9 Januari oleh perusahaan riset pasar cryptocurrency Arcane Research, volume perdagangan Bitcoin naik lebih dari dua kali lipat dalam seminggu.

Rata-rata volume perdagangan Bitcoin harian alami kenaikan 160% di pekan pertama 2020 setelah volume perdagangan yang cukup mengecewakan dengan total US$ 192 juta pada 1 Januari 2020.

Memasuki minggu kedua 2020, volume naik drastis dengan total volume Bitcoin yang diperdagangkan hampir mencapai US$ 1.5 miliar di 8 Januari 2020 saja.

Kenaikan ini bisa saja terjadi karena aktivitas trading Bitcoin yang cukup rendah selama musim liburan di bulan Desember 2019. Beberapa analis melihat hal ini sebagai sesuatu yang logis bagi Bitcoin mengingat harga Bitcoin mulai merangkak naik sejak 2 Januari 2020 meskipun terjadi volatilitas harga harian jangka pendek.

People’s Bank of China (PBoC) umumkan desain pengembangan mata uang digital

Bank Rakyat China (PBoC) telah mengumumkan desain proyek pengerjaan mata uang digital mereka telah selesai. Situs berita China, JRJ.com melaporkan bahwa bank sentral telah mengumumkan pengembangan dalam sebuah makalah baru, yang menyatakan bahwa "desain, formulasi standar, penelitian fungsional dan pengembangan telah selesai."

Proses pembuatan mata uang digital Tiongkok telah mulai sejak 2014, tetapi tanggal peluncuran resmi belum dirilis. Menurut PBoC, mata uang digital pertama akan didistribusikan ke bank komersial terlebih dahulu sebelum masyarakat umum dan pelaku bisnis dapat mendaftar untuk mendapatkan dompet digital di bank-bank komersial ini.

Harga Bitcoin cukup stabil di minggu ketiga Januari 2020

Setelah berhasil melaju positif sejak 11 Januari  2020, harga Bitcoin terpantau cukup stabil di atas US$8000. Dilihat dari grafik harga Luno, harga Bitcoin alami kenaikan positif +7.61% dengan lonjakan tertinggi terjadi pada Selasa 14 Januari menembus US$8672 dimana Bitcoin tercatat berada di harga US$8097 di hari sebelumnya.

Pertumbuhan tren bullish ini cukup stabil dan kian menguatkan ROI mingguan lebih dari 12% hanya dalam lima hari.

Sejauh ini, Januari 2020 menjadi awal tahun yang baik bagi dan menandai kenaikan harga yang lebih baik dibandingkan awal Januari tahun lalu. - pada 1 Januari 2019, harga US$3689 / BTC, atau 48% di bawah harga pada 1 Januari 2020 yaitu $7150 atau Rp 100,1 juta (asumsi kurs dollar AS Rp14.000).

Harga Bitcoin naik, efek menjelang halving?

Kenaikan harga Bitcoin di awal Januari 2020 sebesar 20% menimbulkan banyak spekulasi dan prediksi bahwa harga Bitcoin akan terus naik hingga akhir tahun ini. Dugaan ini juga diperkuat dengan momen halving yang akan terjadi tahun ini juga.

Bitcoin Halving merupakan momen dimana reward blok (imbalan berupa Bitcoin yang didapat para penambang) dikurangi setengahnya. Reward blok akan berkurang dari 12.5 Bitcoin menjadi 6.25 Bitcoin karena halving ini. Para ahli meyakini bahwa halving akan berdampak pada meningkatnya permintaan karena jumlah supply (persediaan) yang berkurang.

Head of Asia Luno, Vijay Ayyar mengatakan perihal apakah proses ini sudah mulai mendorong kenaikan harga Bitcoin atau belum masih belum dapat dipastikan.

"Saya menduga kebanyakan orang tidak menyadarinya, dan ketika harga mulai bergerak naik, massa akan masuk seperti yang kita lihat sebelumnya. Halving dijadwalkan akan terjadi pada Mei 2020," ujar Ayyar.

Ia memperkirakan saat halving harga Bitcoin bisa menembus US$15.000 (Rp 210 juta) hingga US$16.000 (Rp 224 juta) pada akhir tahun.

Avatar Tim Luno
Penulis

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Jangan sampai ketinggalan!

Beli, simpan, dan belajar Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Litecoin sekarang

Desktop Icon Apple App Store Logo Google Play Store Logo