Pasar kripto menghadapi bulan Juli yang penuh gejolak, diwarnai oleh sikap hawkish The Fed di bawah kepemimpinan baru serta derasnya arus keluar dana ETF Bitcoin. Apakah bulan Agustus akan membawa kelegaan bagi pasar, atau justru investor akan kembali diuji oleh pola musiman yang secara historis kurang bersahabat bagi Bitcoin? Berikut rangkuman peristiwa penting bulan Juli, serta katalis-katalis yang perlu Anda perhatikan sepanjang bulan Agustus.
Rekap bulan Juli
Bitcoin membuka bulan Juli di kisaran US$58.000 - US$59.500 (sekitar Rp1,04 - Rp1,07 miliar), tak jauh dari level terendah dalam 21 bulan terakhir yang tercatat sekitar US$58.000 pada penghujung Juni. Sepanjang bulan, harga BTC bergerak fluktuatif dalam rentang US$58.000 - US$64.500, sebelum akhirnya ditutup di kisaran US$63.870 (sekitar Rp1,15 miliar) pada 31 Juli, naik sekitar 7,5% dari titik terendahnya.
Tekanan datang dari derasnya arus keluar dana ETF Bitcoin spot, yang mencatatkan bulan terburuk sepanjang sejarah pada Juni lalu dengan penarikan dana sekitar US$4,5 miliar, mendorong bank Citi memangkas proyeksi arus masuk 12 bulan ke depan menjadi nol. Menambah tekanan sentimen, perusahaan Strategy (dahulu MicroStrategy) tercatat menjual sebagian kepemilikan Bitcoin-nya untuk pertama kali sejak 2022, sementara eksploitasi pada dompet perangkat keras Coldcard menguras sekitar US$38 juta dari 500 dompet pengguna pada akhir bulan.
Dari sektor saham, musim laporan keuangan kuartal kedua raksasa teknologi AS turut mewarnai sentimen pasar menjelang Agustus. Alphabet membuka musim laporan pada 22 Juli dengan pertumbuhan bisnis cloud yang kuat, namun kenaikan besar belanja modal (capex) membuat arus kas bebas perusahaan negatif untuk pertama kalinya.
Microsoft dan Meta melaporkan kinerja pada 29 Juli, saham Microsoft melonjak lebih dari 8% berkat pertumbuhan Azure yang solid, sedangkan saham Meta justru anjlok hampir 10% akibat kenaikan biaya hukum dan pesangon karyawan yang menekan laba per saham. Sehari kemudian, Amazon melesat lebih dari 10% berkat kinerja AWS, sementara Apple melemah di tengah kekhawatiran investor atas tekanan margin.
The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% - 3,75% pada pertemuan FOMC 28-29 Juli, menjadi kali kelima berturut-turut suku bunga tidak berubah. Keputusan yang diambil dengan hasil voting 9-3 ini diwarnai oleh tiga anggota FOMC (Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan) yang justru menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, kembali tidak memberikan forward guidance yang jelas mengenai arah kebijakan berikutnya, membuat pasar semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September — probabilitasnya sempat berada di kisaran 50% menurut CME FedWatch Tool, jauh meningkat dari perkiraan awal Juli.
Apa yang akan terjadi di bulan Agustus?
Data Inflasi AS (CPI)
12 Agustus
Data CPI bulan Juli menjadi salah satu input penting bagi Ketua The Fed, Kevin Warsh, menjelang pidatonya di Simposium Jackson Hole akhir bulan. Setelah pertemuan Juli lalu berakhir dengan tiga dissenting votes yang menginginkan kenaikan suku bunga, sejumlah trader di pasar futures memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di kisaran 50% menurut CME FedWatch Tool. Angka inflasi yang kembali panas berpotensi memperkuat skenario hawkish tersebut, sementara data yang melunak bisa meredakan kekhawatiran pasar.
RUU CLARITY Act di Senat AS
Sepanjang Agustus
Senat AS tengah menggodok draf terbaru RUU CLARITY Act, undang-undang struktur pasar kripto yang telah lama dinantikan pelaku industri, dengan tenggat yang berpacu dengan masa reses Senat. Jika disahkan, RUU ini berpotensi memberikan kejelasan regulasi mengenai klasifikasi aset kripto dan turut mempercepat laju peluncuran gelombang produk ETF altcoin baru yang sudah lama dinanti-nanti industri.
Simposium Jackson Hole & Pidato Ketua The Fed
27-29 Agustus
Federal Reserve Bank of Kansas City akan menggelar Simposium Ekonomi Jackson Hole tahunan dengan tema “Financial Innovation: Implications for Payments and Policy”, yang secara khusus menyoroti inovasi pembayaran digital dan mata uang digital bank sentral (CBDC). Pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, akan menjadi sorotan utama investor kripto, mengingat pernyataan resmi FOMC bulan Juli tidak memberikan arahan kebijakan yang jelas untuk pertemuan September mendatang.
Bitcoin Asia 2026
27-28 Agustus, Hong Kong
Salah satu konferensi Bitcoin terbesar di Asia ini akan digelar di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, diselenggarakan oleh BTC Inc dan dipersembahkan oleh Metaplanet, dengan lebih dari 10.000 peserta yang diperkirakan hadir dari lebih dari 125 negara. Acara ini berlangsung bersamaan dengan Simposium Jackson Hole, sehingga akhir Agustus berpotensi menjadi salah satu minggu paling sibuk bagi sentimen pasar kripto tahun ini.
Pola Musiman Agustus yang Historis Lemah bagi Bitcoin
Sepanjang Agustus
Secara historis, Agustus bukan bulan yang bersahabat bagi Bitcoin. Harga BTC ditutup melemah pada 9 dari 13 tahun terakhir, termasuk empat tahun berturut-turut sejak 2022 dengan rata-rata penurunan sekitar 10%. Pola ini sering dikaitkan dengan minimnya partisipasi institusional selama musim panas di AS. Meski demikian, data historis bukan jaminan pergerakan harga di masa depan, sehingga investor tetap perlu memperhatikan katalis-katalis fundamental.
Luno Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perdagangan dan investasi aset kripto merupakan aktivitas yang berisiko tinggi. Baca lebih lanjut tentang Ketentuan Penggunaan kami di: www.luno.com




