Bitcoin baru saja mencatatkan salah satu bulan Agustus terbaik dalam sejarahnya, membalikkan pola musiman yang selama ini dianggap kurang bersahabat. Namun, euforia itu sempat tertahan menjelang penghujung bulan setelah pidato hawkish Ketua The Fed di Jackson Hole.
Apakah momentum bullish ini bisa berlanjut di bulan September, atau justru investor akan kembali diuji oleh reputasi September sebagai bulan terburuk bagi Bitcoin sepanjang sejarah? Berikut rangkuman peristiwa penting bulan Agustus, serta beberapa katalis yang perlu Anda perhatikan sepanjang bulan September.
Rekap bulan Agustus
Bitcoin membuka bulan Agustus di kisaran US$62.700 - US$63.900 (sekitar Rp1,13 - Rp1,15 miliar), tak jauh dari penutupan Juli di level US$63.870. Harga sempat tertekan ke titik terendah bulanan sekitar US$62.280 pada awal bulan, sebelum berbalik arah dan melesat tajam hingga menyentuh level tertinggi US$81.330. BTC akhirnya ditutup di kisaran US$78.400 (sekitar Rp1,41 miliar) pada 31 Agustus, mencatatkan kenaikan sekitar 24% sepanjang bulan, salah satu performa Agustus terkuat yang pernah tercatat.
Reli ini dipicu oleh sejumlah katalis positif. Pengumuman Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) mengenai perluasan program pembelian kembali obligasi (bond buyback) di pertengahan Agustus memicu short squeeze besar-besaran, sementara pertemuan Presiden Trump dengan sejumlah eksekutif industri kripto turut memperkuat sentimen bullish.
Perusahaan investasi Bitcoin Strategy Inc. juga kembali mengakumulasi Bitcoin setelah menghentikan aksi jual selama sepuluh minggu berturut-turut, membeli 4.603 BTC senilai sekitar US$369,7 juta antara 24 hingga 30 Agustus. Dana ETF Bitcoin spot pun mencatatkan rentetan arus masuk sembilan hari beruntun, membalikkan tren derasnya arus keluar yang mendominasi bulan-bulan sebelumnya.
Namun, momentum sempat terganggu pada 28 Agustus, ketika Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyampaikan pidato pertamanya di Simposium Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa The Fed masih punya "pekerjaan rumah" dalam menekan inflasi dan menyebut praktik forward guidance "sudah kelewat lama dipakai".
Pernyataan hawkish ini langsung mendorong probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September melonjak dari sekitar 35% menjadi kisaran pertengahan 50% menurut CME FedWatch Tool, membuat Bitcoin sempat terkoreksi dari level US$79.500 ke bawah US$77.000 dalam hitungan jam.
Dari sisi regulasi, Senat AS mengajukan mosi cloture atas RUU Digital Asset Market Clarity Act pada 8 Agustus, tepat sebelum masa reses musim panas dimulai. Langkah prosedural ini menjaga peluang RUU struktur pasar kripto yang telah lama dinantikan industri untuk mendapatkan pemungutan suara lanjutan begitu Senat kembali bersidang pada bulan September.
Apa yang akan terjadi di bulan September?
Data Ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls)
4 September 2026
Laporan tenaga kerja AS untuk bulan Agustus akan dirilis lebih dulu daripada CPI. Data ini penting untuk dicermati karena laporan Juli lalu justru mengejutkan pasar dengan kehilangan 23 ribu lapangan kerja, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 80 ribu, sementara data bulan-bulan sebelumnya juga direvisi turun secara signifikan.
Kombinasi pasar tenaga kerja yang melemah dengan sikap The Fed yang masih fokus menekan inflasi menciptakan dilema klasik bagi investor. Di satu sisi, data ketenagakerjaan yang lemah biasanya mendukung pemangkasan suku bunga. Namun, di sisi lain, inflasi yang belum reda membuka ruang bagi kenaikan suku bunga. Ketegangan sinyal inilah yang membuat laporan NFP September berpotensi memicu volatilitas yang signifikan di pasar kripto.
Data Inflasi AS (CPI)
11 September 2026
Data CPI bulan Agustus akan dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) dan menjadi salah satu input penting menjelang pertemuan FOMC pertengahan bulan. Setelah pidato hawkish Ketua The Fed di Jackson Hole yang mendorong probabilitas kenaikan suku bunga ke kisaran pertengahan 50%, angka inflasi yang kembali panas berpotensi memperkuat skenario tersebut, sementara data yang melunak bisa meredakan kekhawatiran pasar dan memberi ruang bagi Bitcoin untuk pulih.
Pertemuan FOMC & Keputusan Suku Bunga
15-16 September, keputusan diumumkan 17 September
The Fed akan menggelar pertemuan FOMC pada 15-16 September, disertai rilis Summary of Economic Projections (dot plot) yang hanya diterbitkan empat kali dalam setahun. Setelah pertemuan Juli diwarnai tiga dissenting votes yang menginginkan kenaikan suku bunga, dan pidato Jackson Hole Warsh yang condong hawkish, pasar akan mencermati apakah The Fed mempertahankan suku bunga di 3,50% - 3,75%, atau justru menaikkannya untuk pertama kalinya di era kepemimpinan Warsh.
RUU CLARITY Act di Senat AS
15-16 September
Senat AS dijadwalkan kembali bersidang pada 14 September dan akan melanjutkan proses menuju pemungutan suara awal atas Digital Asset Market Clarity Act, RUU struktur pasar kripto yang gagal disahkan sebelum reses Agustus. Sejumlah isu masih menjadi ganjalan, termasuk ketentuan etika pejabat pemerintah, penegakan hukum, dan aturan yield stablecoin.
Jika berhasil melewati tahapan prosedural bulan ini, RUU tersebut masih harus direkonsiliasi dengan versi DPR sebelum bisa ditandatangani menjadi undang-undang. Namun, kemajuan apa pun berpotensi memperkuat kepastian regulasi bagi klasifikasi aset kripto dan membuka jalan bagi gelombang produk ETF altcoin baru.
Risiko Pendanaan Pemerintah AS (Government Shutdown)
Batas waktu 30 September
Tahun anggaran federal AS (FY 2026) berakhir pada 30 September, dan Senat telah menyetujui resolusi pendanaan sementara (continuing resolution) yang memperpanjang pembiayaan pemerintah hingga 11 Desember 2026. Namun, DPR AS masih perlu menyetujui versi yang sama pada bulan September sebelum tenggat berakhir.
Meski risiko shutdown besar-besaran tampak mengecil dibanding drama shutdown 43 hari yang terjadi tahun lalu, proses persetujuan di DPR AS tetap layak dipantau karena kegagalan mencapai kesepakatan berpotensi menunda rilis data ekonomi penting seperti CPI dan NFP, sekaligus menambah ketidakpastian jelang pertemuan FOMC dan pemilihan paruh waktu (midterm) November mendatang.
Pola Musiman September yang Historis Lemah bagi Bitcoin
Sepanjang September
Berbeda dengan Agustus yang baru saja mencatatkan reli kuat, September secara historis justru dikenal sebagai bulan terburuk bagi Bitcoin, dengan rata-rata penurunan di kisaran 3% - 4% dalam satu dekade terakhir menurut sejumlah data pasar.
Pola ini juga tercermin pada indeks saham AS, di mana S&P 500 rata-rata melemah pada bulan yang sama sejak hampir seabad terakhir. Meski demikian, tren negatif ini mulai memudar dalam tiga tahun terakhir, dengan penutupan September yang justru positif pada 2023, 2024, dan 2025, sehingga data historis semata tidak bisa dijadikan patokan mutlak arah pasar tahun ini.
Luno Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perdagangan dan investasi aset kripto merupakan aktivitas yang berisiko tinggi. Baca lebih lanjut tentang Ketentuan Penggunaan kami di: www.luno.com



