Memilih aplikasi kripto resmi di Indonesia perlu dilakukan dengan cermat agar Anda dapat bertransaksi melalui penyedia layanan yang memiliki izin sesuai ketentuan.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memeriksa status perizinan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) melalui sumber resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Aplikasi yang telah memperoleh izin OJK dapat menjadi pilihan bagi Anda yang mencari aplikasi kripto yang aman dari sisi legalitas, tetapi status tersebut tidak menjamin investasi bebas risiko.
Harga aset kripto tetap dapat berfluktuasi sehingga keputusan investasi perlu disertai pemahaman terhadap risiko dan fitur yang ditawarkan.
Lantas, bagaimana cara mengenali aplikasi kripto resmi dan hal apa saja yang perlu diperiksa sebelum menggunakannya? Simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini.
Apa yang Dimaksud Aplikasi Kripto Resmi di Indonesia?
Aplikasi kripto resmi di Indonesia adalah aplikasi yang menyediakan layanan perdagangan aset kripto melalui perusahaan yang telah memenuhi ketentuan perizinan atau pendaftaran sesuai dengan kategori penyelenggaranya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penyelenggaraan perdagangan aset kripto di Indonesia diatur melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto, yang berlaku sejak 10 Januari 2025. Ketentuan ini kemudian mengalami beberapa perubahan melalui POJK Nomor 23 Tahun 2025.
Regulasi tersebut mencakup perizinan penyelenggara, tata kelola, manajemen risiko, pelaksanaan perdagangan, serta perlindungan konsumen.
Salah satu pihak yang diatur adalah Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), yaitu pelaku usaha yang menjalankan kegiatan perdagangan aset keuangan digital sesuai dengan ketentuan OJK.
Oleh karena itu, sebelum menggunakan aplikasi kripto, Anda perlu memeriksa status perizinan perusahaan yang mengoperasikannya melalui sumber resmi OJK.
Mengapa Izin OJK Penting?
Izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa penyelenggara telah memperoleh persetujuan untuk menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam POJK Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto, terdapat sejumlah ketentuan mengenai tata kelola, transparansi informasi, perlindungan konsumen, hingga pengawasan.
Oleh karena itu, status izin OJK dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi Anda dalam menilai legalitas platform sebelum menggunakannya untuk bertransaksi. Berikut ini penjelasannya:
Tata Kelola Penyelenggara: Pasal 62 mewajibkan penyelenggara menerapkan tata kelola yang baik, meliputi keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Penerapannya mencakup pembagian tugas pengurus, pengendalian internal, serta pencegahan benturan kepentingan.
Transparansi Informasi: Pasal 122–124 mewajibkan pedagang menyampaikan informasi produk dan layanan secara jelas, lengkap, akurat, jujur, dan tidak menyesatkan. Informasi tersebut mencakup risiko investasi dan peringatan mengenai volatilitas harga aset kripto agar pengguna dapat mengambil keputusan transaksi dengan lebih bijak.
Perlindungan Konsumen: Pasal 121 mengatur perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan yang harus diperhatikan oleh penyelenggara. Ketentuan ini menjadi acuan dalam memenuhi hak dan kewajiban kepada pengguna, tetapi tidak menghilangkan risiko transaksi atau potensi kerugian.
Pengawasan Regulator: Pasal 114 memberikan kewenangan kepada OJK untuk mengawasi perdagangan aset keuangan digital, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemeriksaan dapat dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu untuk menilai penyelenggaraan perdagangan, tata kelola, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Baca juga: 5 Cara Membangun Portofolio Kripto untuk Pemula
Cara Mengecek Legalitas Aplikasi Kripto
Sebelum menggunakan aplikasi untuk bertransaksi aset kripto, Anda perlu memastikan bahwa platform tersebut dioperasikan oleh perusahaan yang memiliki status perizinan atau pendaftaran sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pemeriksaan ini tidak cukup dilakukan dengan mencari nama aplikasi, tetapi juga perlu mencocokkan nama badan usaha dan alamat situs web resminya. Berikut selengkapnya:
1. Cek Nama Perusahaan, Bukan Hanya Nama Aplikasi
Untuk menemukan aplikasi kripto yang aman dari sisi legalitas, Anda dapat memeriksa daftar penyelenggara perdagangan aset keuangan digital dan aset kripto yang dipublikasikan melalui situs resmi OJK. Berikut langkah-langkahnya:
Buka situs resmi OJK dengan mengunjungi www.ojk.go.id melalui peramban. Setelah itu, masuk ke menu Fungsi Utama, pilih ITSK, lalu buka bagian Perizinan ITSK, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Cari dokumen atau daftar penyelenggara perdagangan aset keuangan digital yang dipublikasikan OJK yang tersedia dalam bentuk PDF. Pastikan Anda mengecek dokumen terbaru karena status perizinan dan daftar penyelenggara dapat berubah.
Periksa nama badan usaha dan aplikasi dalam daftar resmi, termasuk status perizinannya. Jangan hanya mengandalkan nama aplikasi karena pihak lain dapat meniru nama layanan resmi.
2. Cocokkan Alamat Situs Web dan Identitas Pengembang Aplikasi
Bandingkan alamat situs web yang tercantum dalam daftar OJK dengan situs yang Anda kunjungi. Jika ingin mengunduh aplikasi, gunakan tautan dari situs resmi perusahaan atau cari melalui Google Play Store maupun Apple App Store dengan memeriksa identitas pengembangnya.
3. Konfirmasikan Jika Statusnya Meragukan
Jika data perusahaan, izin, atau alamat situs tidak sesuai, tunda transaksi. Periksa kembali pengumuman resmi OJK dan jangan hanya mengandalkan logo atau klaim pihak ketiga. Jika masih ragu, hubungi OJK melalui kanal layanan resminya.
Apa yang Perlu Diperhatikan Selain Legalitas?
Memastikan legalitas penyelenggara merupakan langkah awal sebelum menggunakan aplikasi untuk bertransaksi aset kripto.
Namun, Anda juga perlu mempertimbangkan aspek lain, seperti keamanan akun, biaya transaksi, pilihan aset, kemudahan penggunaan, dan ketersediaan fitur yang sesuai dengan kebutuhan.
Saat mencari aplikasi kripto terbaik di Indonesia, sejumlah hal berikut perlu diutamakan:
1. Pertimbangkan Kemudahan Penggunaan Aplikasi
Kemudahan penggunaan menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan karena dapat memengaruhi pengalaman Anda dalam bertransaksi.
Untuk itu, pilih aplikasi yang memiliki desain antarmuka yang mudah dipahami dan menyertakan informasi penting, seperti harga aset, grafik, saldo, riwayat transaksi, serta rincian biaya yang mudah diakses.
2. Periksa Fitur Keamanan
Saat memilih aplikasi kripto, perhatikan fitur keamanan yang tersedia untuk melindungi akun dan aset Anda dari akses tidak sah, pencurian informasi, serta penipuan.
Jadi, pastikan Anda memilih aplikasi yang menyediakan autentikasi dua faktor (2FA), verifikasi identitas (KYC), notifikasi aktivitas akun, pengamanan transaksi dan penarikan dana, serta layanan bantuan.
3. Cek Biaya Transaksi
Selain fitur keamanan, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya transaksi karena setiap aplikasi kripto memiliki struktur biaya yang berbeda.
Sebelum bertransaksi, periksa komponen biaya yang berlaku, seperti biaya beli dan jual, trading fee, spread, biaya deposit dan penarikan, serta ketentuan lain seperti minimum transaksi dan pajak yang berlaku.
4. Periksa Pilihan Aset yang Tersedia
Setiap aplikasi kripto menawarkan pilihan aset yang berbeda, sehingga Anda perlu memastikan aset yang diinginkan tersedia di platform tersebut.
Pertimbangkan juga kelengkapan informasi harga dan riwayat pergerakan, pasangan perdagangan, karakteristik serta risiko aset, dan tingkat likuiditas yang memengaruhi kemudahan transaksi pada harga yang diharapkan.
5. Periksa Metode Deposit dan Penarikan Dana
Sebelum menggunakan aplikasi kripto, periksa metode deposit dan penarikan yang tersedia, termasuk batas minimum dan maksimum transaksi serta biaya yang dikenakan.
Selain itu, pastikan pula Anda memahami proses verifikasi identitas, estimasi waktu pemrosesan, dan ketentuan rekening tujuan agar proses penyetoran maupun penarikan dana sesuai dengan kebutuhan Anda.
Setelah memeriksa legalitas dan fitur yang tersedia, Anda dapat menggunakan checklist berikut untuk membandingkan beberapa platform.
Checklist dalam Memilih Aplikasi Kripto | |
1. Legalitas dan identitas penyelenggara | Nama badan usaha dan status perizinannya sesuai dengan informasi resmi OJK. |
Nama aplikasi, identitas pengembang, dan alamat situs web sesuai dengan kanal resmi perusahaan. | |
2. Fitur Keamanan | Tersedia autentikasi dua faktor atau lapisan verifikasi tambahan. |
Prosedur verifikasi identitas dan pengelolaan informasi pribadi dijelaskan. | |
Notifikasi aktivitas akun dan pengamanan transaksi tersedia sesuai kebutuhan. | |
Tersedia kanal bantuan resmi untuk menangani masalah akun. | |
3. Biaya Transaksi | Biaya beli dan jual dapat diketahui sebelum transaksi. |
Spread dapat diperiksa. | |
Biaya perdagangan melalui fitur exchange dijelaskan. | |
Biaya tambahan lainnya diinformasikan. | |
Batas minimum transaksi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. | |
4. Pilihan Aset | Aset yang ingin diperdagangkan tersedia. |
Informasi karakteristik dan risiko aset dapat diakses. | |
Informasi harga dan pasangan perdagangan tersedia sesuai kebutuhan. | |
5. Deposit dan Penarikan Dana | Metode deposit dan penarikan sesuai dengan kebutuhan. |
Batas transaksi dan biaya setiap metode dijelaskan. | |
Persyaratan verifikasi dan ketentuan rekening tujuan diketahui. | |
Estimasi waktu pemrosesan penarikan tersedia. | |
5. Kemudahan Fitur dan Penggunaan | Informasi saldo, portofolio, dan riwayat transaksi mudah dipahami. |
Informasi biaya ditampilkan sebelum transaksi dikonfirmasi. | |
Panduan penggunaan tersedia jika diperlukan. |
Baca juga: Analisis Fundamental Kripto: Cara Menilai Aset Kripto untuk Investor
Apa Risiko Menggunakan Platform Kripto?
Penggunaan platform kripto memiliki sejumlah risiko yang perlu Anda pahami sebelum melakukan transaksi. Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
Volatilitas Pasar: Harga aset kripto dapat berfluktuasi tajam akibat sentimen pasar, kondisi ekonomi, dan aktivitas perdagangan. Perubahan ini berisiko menimbulkan kerugian sehingga Anda perlu menyesuaikan investasi dengan kemampuan finansial.
Phishing dan Penipuan Digital: Chainalysis dan TRM Labs memperkirakan pencurian aset kripto sepanjang 2025 mencapai US$2,7 miliar. Untuk mengurangi risiko, gunakan aplikasi resmi dan jangan membagikan kata sandi atau kode OTP.
Keamanan Akun dan Aset: Kata sandi lemah dan kebocoran informasi autentikasi dapat memicu pengambilalihan akun dan kehilangan aset. Jaga juga private key dan recovery phrase karena kehilangan atau kebocorannya dapat membuat aset tidak bisa dipulihkan.
Risiko Operasional: Gangguan sistem, koneksi, atau layanan penarikan dana dapat menghambat transaksi sehingga Anda tidak bisa bertransaksi pada waktu yang diinginkan.
Ketentuan Layanan dan Regulasi: Setiap platform memiliki ketentuan terkait biaya transaksi, penarikan dana, verifikasi identitas, dan penanganan keluhan. Baca ketentuan tersebut agar Anda memahami hak, kewajiban, dan batasan penggunaan akun sebelum bertransaksi.
Luno Indonesia dan Status Perizinannya
Luno Indonesia merupakan platform investasi yang menyediakan layanan pembelian, penjualan, dan pengelolaan aset kripto secara global melalui aplikasi digital. Luno menawarkan berbagai fitur untuk membantu pengguna mengakses pasar aset kripto, memantau portofolio, serta mengatur pembelian sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dari sisi legalitas dan layanan yang tersedia, Luno dapat menjadi salah satu pilihan aplikasi kripto di Indonesia untuk dipertimbangkan. Namun, pemilihan platform tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, pemahaman risiko, dan fitur yang Anda butuhkan.
1. Luno Berizin dan Diawasi OJK
Luno Indonesia telah memperoleh izin usaha sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan pengumuman resmi OJK pada 26 Mei 2026, izin usaha untuk PT Luno Indonesia Ltd diberikan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-17/D.07/2026 pada 25 Mei 2026 dan berlaku sejak tanggal keputusan tersebut ditetapkan.
Bagi Anda yang mencari aplikasi kripto terdaftar OJK, status perizinan ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih platform.
Meski demikian, izin OJK tidak menjamin transaksi bebas risiko atau menghasilkan keuntungan. Anda tetap perlu memahami potensi fluktuasi harga aset kripto sebelum mengambil keputusan investasi.
2. Akses ke Lebih dari 50 Aset Kripto
Luno menyediakan akses untuk membeli dan menjual lebih dari 50 aset kripto melalui platformnya. Selain itu, aset yang tersedia telah melalui proses penyaringan sebelum ditawarkan kepada pengguna. Pilihan ini memungkinkan pengguna mempelajari berbagai aset dan mempertimbangkan aset yang sesuai dengan tujuan serta pemahaman risikonya.
3. Fitur Bundling untuk Mengelola Portofolio
Luno menawarkan fitur bundling yang memungkinkan pengguna membeli sekumpulan aset kripto dalam satu produk. Komposisi bundling mengikuti indeks tertentu dan dapat disesuaikan secara berkala untuk mengikuti perubahan pasar.
4. Fitur Repeat Buy untuk Pembelian Berkala
Fitur Repeat Buy memungkinkan pengguna menjadwalkan pembelian aset kripto secara berkala. Fitur ini dapat digunakan untuk menerapkan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset secara rutin berdasarkan jadwal yang ditentukan, tanpa harus melakukan setiap transaksi secara manual.
5. Notifikasi Harga untuk Memantau Pergerakan Pasar
Luno menyediakan fitur notifikasi harga yang membantu pengguna memantau perubahan harga aset kripto. Melalui fitur ini, Anda dapat mengatur pemberitahuan untuk aset yang ingin diperhatikan sehingga tidak harus terus-menerus membuka aplikasi untuk memeriksa pergerakan pasar.
6. Dompet Digital untuk Mengelola Aset
Fitur dompet Luno memungkinkan pengguna melihat dan mengelola aset kripto yang dimiliki melalui satu platform. Pengguna dapat memantau saldo, memeriksa informasi portofolio, serta mengakses riwayat transaksi yang tersedia.
7. Informasi Portofolio untuk Mendukung Pengambilan Keputusan
Luno menyediakan informasi portofolio yang membantu pengguna melihat perkembangan aset yang dimiliki. Informasi dan visualisasi data dapat digunakan untuk memantau perubahan nilai kepemilikan serta mengevaluasi transaksi yang telah dilakukan.
Kesimpulan
Memilih aplikasi kripto resmi di Indonesia perlu diawali dengan memeriksa status perizinan penyedia layanan melalui sumber resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain legalitas, Anda juga perlu memperhatikan fitur keamanan akun, biaya transaksi, pilihan aset kripto, serta kemudahan deposit dan penarikan dana. Dengan begitu, Anda bisa memastikan layanan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi.
Meski telah memiliki izin OJK, aplikasi kripto tidak menjamin investasi bebas risiko. Harga aset kripto tetap dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar, sehingga Anda tetap perlu memahami karakteristik aset yang dipilih dan menyesuaikan keputusan investasi dengan toleransi risiko.
Sebagai salah satu pilihan, Luno Indonesia merupakan platform perdagangan aset kripto global yang telah memperoleh izin usaha sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari OJK. Luno menyediakan fitur untuk membeli, menjual, dan mengelola portofolio aset kripto. Sebelum menggunakannya, pastikan Anda memahami ketentuan layanan, biaya yang berlaku, dan risiko transaksi agar dapat mengambil keputusan secara lebih terukur.
Baca juga: Scalping, Swing, atau Day Trading: Temukan Gaya Trading Kripto Anda


