Bitcoin dapat dibeli secara legal di Indonesia melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Prosesnya dimulai dari membuat akun, menyelesaikan verifikasi identitas, mendeposit rupiah, memilih Bitcoin (BTC), lalu memasukkan nominal dan mengonfirmasi pembelian. Setelah Bitcoin masuk ke akun, pembeli perlu memahami pilihan penyimpanannya serta risiko yang menyertai investasi ini.
Panduan cara beli Bitcoin di Indonesia ini disusun untuk investor yang baru pertama kali bertransaksi, sekaligus menjadi pengingat soal biaya dan keamanan bagi yang sudah berpengalaman.
Minat terhadap aset kripto sendiri terus bertambah. Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan September 2026 pada 5 Oktober 2026, OJK mencatat jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 23,21 juta per Agustus 2026, dengan nilai transaksi Rp23,16 triliun pada bulan yang sama.
Pembahasan berikut dimulai dari status hukum Bitcoin di Indonesia, kemudian berlanjut ke langkah pembelian, nominal minimum, cara menyimpan, rincian biaya, hingga risiko yang perlu diperhitungkan sebelum membeli.
Apakah Bitcoin Legal Dibeli di Indonesia?
Ya, Bitcoin legal dibeli di Indonesia sebagai aset kripto yang diperdagangkan melalui penyelenggara berizin OJK. Statusnya adalah aset keuangan digital yang dapat diperjualbelikan, sehingga Bitcoin tidak berfungsi sebagai alat pembayaran. Rupiah tetap menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah untuk transaksi barang dan jasa di dalam negeri.
Sejak 10 Januari 2025, pengaturan dan pengawasan perdagangan aset kripto beralih dari Bappebti ke OJK. Landasan hukumnya adalah POJK Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto. Untuk memudahkan masyarakat memeriksa legalitas platform, OJK menerbitkan daftar whitelist PAKD berizin. Per awal Oktober 2026, OJK menyebut sudah ada 28 PAKD yang mengantongi izin.
Batas penggunaannya juga jelas. Melalui Siaran Pers No. 20/4/DKom, Bank Indonesia menegaskan bahwa virtual currency, termasuk Bitcoin, tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Artinya, Bitcoin boleh dibeli dan disimpan sebagai aset investasi, tetapi tidak dapat dipakai untuk membayar barang atau jasa di Indonesia.
Aspek perpajakan juga ikut mendukung transaksi kripto di platform dalam negeri. Sejak PMK Nomor 50 Tahun 2025 berlaku pada 1 Agustus 2025, pembelian aset kripto tidak lagi dikenai PPN. Penjualan aset kripto melalui PAKD dikenai PPh final 0,21% dari nilai transaksi, sedangkan transaksi melalui platform luar negeri dikenai 1%, sebagaimana dijelaskan dalam artikel Direktorat Jenderal Pajak.
Cara Beli Bitcoin di Indonesia untuk Pemula
Cara beli Bitcoin untuk pemula terdiri atas enam langkah, yaitu memilih platform berizin OJK, mendaftar akun, menyelesaikan verifikasi identitas, mendeposit rupiah, lalu memasukkan nominal dan mengonfirmasi transaksi.
Seluruh proses dapat dilakukan lewat aplikasi di ponsel, dan pembelian pertama bisa langsung dilakukan begitu verifikasi identitas disetujui. Berikut rincian setiap langkahnya.
Pilih platform berizin OJK. Pastikan nama platform tercantum dalam whitelist PAKD di situs OJK. Unduh aplikasi hanya dari App Store atau Google Play, lalu periksa nama pengembangnya. Hindari tautan unduhan yang dikirim lewat pesan pribadi atau media sosial.
Daftar akun. Isi alamat email, nomor ponsel, dan kata sandi yang kuat. Setelah akun aktif, segera nyalakan autentikasi dua faktor (2FA) agar akses masuk membutuhkan kode tambahan selain kata sandi.
Selesaikan verifikasi identitas (KYC). Know Your Customer (KYC) adalah prosedur wajib untuk mengenali nasabah dan mencegah pencucian uang. Pusat bantuan Luno menyebutkan bahwa warga negara Indonesia perlu mengunggah foto e-KTP dan swafoto yang diambil dalam 24 jam terakhir. Prosesnya umumnya selesai dalam beberapa menit, meski sesekali memerlukan satu hingga dua hari.
Deposit rupiah. Isi saldo rupiah melalui metode yang tersedia, misalnya transfer bank instan atau dompet digital. Perhatikan biaya dan batas deposit tiap metode sebelum mengirim dana.
Cari Bitcoin (BTC). Ketik “Bitcoin” atau kode BTC pada menu pencarian aset. Pastikan aset yang dipilih benar-benar BTC, karena ada aset lain dengan nama mirip, seperti Bitcoin Cash (BCH), yang merupakan jenis aset kripto yang berbeda.
Masukkan nominal dan konfirmasi. Masukkan jumlah rupiah yang ingin diinvestasikan, lalu periksa harga, perkiraan jumlah BTC yang diterima, dan biaya yang tertera. Setelah konfirmasi, Bitcoin akan tercatat di saldo akun Anda.
Contoh Alur Membeli Bitcoin dengan Rupiah
Simulasi berikut menggambarkan pembelian pertama di Luno Indonesia. Harga Bitcoin yang dipakai hanya angka ilustrasi untuk memudahkan perhitungan, dan contoh ini tidak menggambarkan potensi keuntungan.
Budi adalah seorang karyawan swasta yang baru saja menyelesaikan verifikasi akun di Luno. Untuk pembelian pertamanya, ia menyiapkan dana Rp500.000 yang memang sudah dialokasikan khusus untuk investasi. Alur yang ia lalui, mulai dari mengisi saldo hingga Bitcoin masuk ke akunnya, adalah sebagai berikut.
Deposit rupiah. Budi mentransfer Rp1.000.000 melalui transfer bank instan. Berdasarkan halaman Biaya dan Limit Luno di Indonesia, metode ini tidak dikenakan biaya deposit. Bank pengirim tetap dapat mengenakan biaya transfer antarbank.
Pilih BTC/IDR. Budi membuka menu beli dan memilih Bitcoin dengan pasangan rupiah (BTC/IDR).
Tentukan nominal. Budi memasukkan Rp500.000. Dengan harga asumsi Rp1.400.000.000 per BTC, ia akan menerima sekitar 0,00035714 BTC.
Cek detail order. Pada pembelian instan, Luno tidak memungut biaya transaksi terpisah, tetapi menyertakan margin dalam harga yang ditampilkan. Budi membandingkan harga tersebut dengan harga pasar terkini sebelum melanjutkan.
Konfirmasi. Setelah menekan tombol konfirmasi, saldo BTC Budi akan bertambah, dan sisa saldo rupiah sebesar Rp500.000 tetap tersimpan di akunnya.
Simulasi tersebut memperlihatkan dua kebiasaan sederhana yang layak diterapkan sejak transaksi pertama. Selalu periksa harga final sebelum menekan tombol konfirmasi, dan gunakan hanya dana yang tidak dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari
Berapa Minimal Beli Bitcoin?
Pembeli tidak perlu membeli 1 BTC utuh. Bitcoin dapat dipecah hingga delapan angka di belakang koma, yaitu 0,00000001 BTC atau satu satoshi, sehingga pembelian bisa dimulai dari nominal kecil sesuai batas minimum platform. Di Luno Indonesia, batas minimum pembelian instan adalah Rp15.000 per transaksi.
Pecahan terkecil tersebut dijelaskan dalam FAQ bitcoin.org, dan nama satoshi diambil dari Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin. Dalam praktiknya, setiap platform menetapkan batas minimum dan maksimum masing-masing. Halaman biaya dan limit Luno juga mencantumkan batas dalam satuan BTC, sehingga nominal minimum efektif mengikuti harga Bitcoin pada saat transaksi.
Jalur pembelian di Luno | Batas minimum | Batas maksimum per transaksi |
Beli instan (nominal rupiah) | Rp15.000 | Rp120.000.000 |
Beli instan (satuan BTC) | 0,000025 BTC | 1 BTC |
Exchange Luno, pasangan BTC/IDR | 0,0002 BTC | 60 BTC |
Sebagai gambaran, dengan harga ilustrasi Rp1.400.000.000 per BTC, batas 0,000025 BTC setara sekitar Rp35.000. Karena itu, sebaiknya periksa angka minimum yang muncul di aplikasi sebelum memasukkan nominal.
Bagaimana Menyimpan Bitcoin Setelah Membeli?
Bitcoin yang sudah dibeli dapat disimpan di platform kustodian, yaitu platform yang menyimpan aset atas nama pengguna, atau dipindahkan ke self-custody wallet yang kunci privatnya dipegang sendiri. Pilihan pertama lebih praktis untuk transaksi rutin, sedangkan pilihan kedua memberi kendali penuh dengan tanggung jawab keamanan yang juga penuh.
Kunci privat (private key) adalah kode rahasia yang membuktikan kepemilikan dan mengotorisasi pengiriman Bitcoin. Banyak wallet juga menyediakan seed phrase, yaitu rangkaian 12 atau 24 kata untuk memulihkan seluruh kunci. Siapa pun yang mengetahui kunci privat atau seed phrase dapat memindahkan aset tanpa izin pemiliknya, dan transaksi di blockchain tidak dapat dibatalkan.
Jika ingin memindahkan Bitcoin dari platform ke wallet pribadi, perhatikan jumlah minimum dan biaya pengiriman. Di Luno, jumlah minimum kirim BTC adalah 0,0001 BTC, dengan biaya dinamis yang mengikuti kepadatan jaringan blockchain.
Custodial vs Self-Custody Wallet
Platform kustodian dan self-custody wallet sama-sama memiliki kelebihan serta konsekuensi yang perlu dipertimbangkan. Perbandingan berikut dapat membantu menentukan cara penyimpanan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Aspek | Platform kustodian | Self-custody wallet |
Pemegang kunci privat | Penyedia layanan | Pemilik aset sendiri |
Kemudahan | Tinggal masuk ke akun dan bertransaksi | Perlu memahami alamat, jaringan, dan pencadangan kunci |
Pemulihan akses | Akun dapat dipulihkan melalui verifikasi identitas | Hanya bisa dipulihkan dengan seed phrase |
Risiko utama | Bergantung pada keamanan dan tata kelola platform | Kehilangan atau bocornya seed phrase |
Cocok untuk | Pemula dan investor yang sering bertransaksi | Investor yang ingin kendali penuh dan siap menjaga kunci sendiri |
Bagi pemula, menyimpan Bitcoin di platform berizin umumnya menjadi pilihan paling praktis untuk memulai, selama akun dilindungi dengan baik. Pelajari sistem keamanan berlapis Luno untuk memahami cara platform melindungi aset penggunanya.
Biaya Apa Saja Saat Membeli Bitcoin?
Biaya membeli Bitcoin dapat mencakup biaya deposit, selisih harga (spread) atau biaya trading, pajak, biaya penarikan rupiah, dan biaya jaringan saat Bitcoin dikirim ke luar platform. Besarannya berbeda antarlayanan dan jenis transaksi, sehingga rinciannya perlu dicek di halaman resmi platform sebelum mengonfirmasi pembelian.
Spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual yang ditawarkan platform. Pada pembelian instan, spread sudah termasuk dalam harga yang ditampilkan. Pada Exchange Luno, pengguna membayar biaya trading berupa persentase dari nilai order. Order taker dieksekusi pada harga pasar, sedangkan order maker dieksekusi pada harga limit yang ditentukan sendiri.
Rincian berikut mengacu pada halaman Biaya dan Limit Luno di Indonesia per Oktober 2026.
Jenis biaya | Kapan dikenakan | Besaran di Luno Indonesia |
Biaya deposit | Saat mengisi saldo rupiah | Transfer bank instan Rp0, GoPay 2% |
Margin harga beli instan | Saat membeli dari layar Portofolio | Biaya transaksi 0%, margin termasuk dalam harga (sudah mencakup biaya bursa CFX 0,0111%) |
Biaya trading Exchange | Saat membeli di Exchange Luno | Taker 0,2122%, maker 0,1122% |
Pajak | Saat membeli dan menjual | Beli 0% PPN, jual PPh final 0,21% |
Biaya penarikan rupiah | Saat menarik dana ke rekening bank | Rp15.000 per transfer |
Biaya kirim kripto | Saat mengirim BTC ke wallet lain | Dinamis, mengikuti biaya jaringan blockchain |
Sebagai perbandingan, pembelian Rp500.000 melalui order taker di Exchange Luno dikenai biaya sekitar Rp1.061. Di sisi lain, Exchange memiliki batas minimum 0,0002 BTC, sehingga pembelian instan sering lebih praktis untuk nominal kecil.
Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Bitcoin
Risiko utama membeli Bitcoin adalah harga yang dapat bergerak fluktuatif, akun yang diretas, penipuan phishing, salah kirim ke alamat atau jaringan yang keliru, dan keputusan terburu-buru karena FOMO. Risiko tersebut dapat dikurangi dengan memakai dana yang siap dialokasikan (idle money), menjaga keamanan akun, dan memeriksa ulang setiap transaksi.
Setiap risiko memiliki cara antisipasi yang berbeda.
Keamanan akun. Pembobolan akun umumnya berawal dari kata sandi yang lemah atau kode verifikasi yang dibagikan. Gunakan kata sandi unik, aktifkan 2FA, dan jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan.
Phishing dan platform ilegal. Phishing adalah upaya mencuri data login melalui situs atau pesan palsu yang meniru platform resmi. Penawaran dari pihak tidak berizin juga masih marak. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan 228 platform perdagangan aset kripto ilegal sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Salah kirim. Bitcoin yang dikirim ke alamat yang salah atau melalui jaringan yang tidak sesuai umumnya tidak dapat ditarik kembali. Salin alamat tujuan dengan teliti, cocokkan beberapa karakter awal dan akhir, lalu coba kirim dalam jumlah kecil terlebih dahulu.
FOMO. Fear of missing out atau FOMO adalah dorongan membeli karena takut tertinggal kenaikan harga. Keputusan seperti ini sering membuat investor membeli di harga puncak. Tentukan nominal dan alasan membeli sebelum melihat grafik harga harian.
Sebelum mengambil keputusan, baca juga peringatan risiko investasi aset kripto dari Luno.
Harga Bitcoin Bisa Naik dan Turun Tajam
Harga Bitcoin terbentuk dari permintaan dan penawaran di pasar yang buka 24 jam setiap hari, sehingga pergerakannya bisa sangat lebar dalam waktu singkat. Data CoinGecko mencatat harga tertinggi Bitcoin berada di level US$126.080 pada 6 Oktober 2025, lalu turun ke sekitar US$58.566 pada akhir Juni 2026. Penurunan lebih dari 50% itu terjadi dalam kurun kurang dari sembilan bulan.
Kenaikan harga di masa lalu tidak menjamin hasil yang sama di masa depan. Karena itu, gunakan dana yang tidak mengganggu kebutuhan pokok dan dana darurat. Banyak investor juga memilih membeli secara bertahap dengan nominal tetap agar tidak bergantung pada satu titik harga. Penyebab naik turunnya harga dibahas lebih rinci dalam artikel fluktuasi kripto dan cara menghadapinya.
Kesimpulan
Membeli Bitcoin di Indonesia sudah memiliki jalur yang jelas dan legal. Mulailah dengan memilih platform yang berizin OJK, menyelesaikan verifikasi identitas, mendeposit rupiah, lalu membeli BTC dengan nominal yang sesuai kemampuan. Bitcoin dapat dibeli dalam pecahan kecil, jadi pembeli tidak perlu menunggu dana besar untuk memulai.
Setelah membeli, tentukan cara penyimpanan yang paling sesuai. Platform kustodian menawarkan kemudahan, sedangkan self-custody wallet memberi kendali penuh dengan tanggung jawab keamanan yang juga penuh.
Sebelum bertransaksi, perhitungkan pula biaya deposit, spread atau biaya trading, pajak, dan biaya jaringan. Sadari juga risiko yang menyertai Bitcoin, mulai dari harga yang bergejolak, peretasan akun, phishing, hingga salah kirim, serta hindari keputusan terburu-buru hanya karena takut tertinggal kenaikan harga (FOMO).
Luno Indonesia adalah platform dan aplikasi investasi aset kripto global yang berizin dan diawasi OJK. Melalui aplikasi Luno, pengguna dapat membeli, menjual, dan menyimpan Bitcoin serta aset kripto lain yang tersedia. Lihat daftar aset kripto yang tersedia di Luno atau kenali lebih jauh profil Luno sebelum memulai.
FAQ Seputar Cara Beli Bitcoin di Indonesia
Apakah aman membeli Bitcoin di Indonesia?
Membeli Bitcoin di Indonesia relatif aman jika dilakukan melalui pedagang aset keuangan digital yang berizin dan diawasi OJK. Keamanan juga bergantung pada kebiasaan pengguna, seperti mengaktifkan autentikasi dua faktor dan tidak membagikan kode verifikasi. Harga Bitcoin tetap berfluktuasi, sehingga keamanan platform tidak melindungi nilai investasi dari penurunan harga.
Bagaimana cara membeli Bitcoin yang aman untuk pemula?
Pilih platform yang tercantum dalam whitelist PAKD OJK, selesaikan verifikasi identitas, lalu aktifkan autentikasi dua faktor sebelum mendeposit dana. Mulailah dengan nominal kecil yang tidak mengganggu kebutuhan pokok, dan periksa harga serta biaya sebelum mengonfirmasi pembelian.
Berapa lama proses verifikasi akun sebelum bisa membeli Bitcoin?
Lama verifikasi bergantung pada platform dan kelengkapan dokumen. Di Luno, verifikasi identitas umumnya selesai dalam beberapa menit, meski pada kasus tertentu dapat memakan waktu satu hingga dua hari. Pastikan foto e-KTP dan swafoto terlihat jelas agar proses tidak tertunda.
Apakah pembelian Bitcoin dikenakan pajak?
Sejak 1 Agustus 2025, pembelian aset kripto di platform dalam negeri tidak dikenai PPN berdasarkan PMK Nomor 50 Tahun 2025. Pajak baru dikenakan saat menjual, yaitu PPh final 0,21% dari nilai transaksi apabila dilakukan melalui PAKD berizin. Pajak tersebut dipotong langsung oleh platform.
Bisakah membeli Bitcoin dengan modal kecil?
Bisa. Bitcoin dapat dibeli dalam pecahan hingga 0,00000001 BTC, sehingga tidak perlu membeli satu koin utuh. Di Luno Indonesia, batas minimum pembelian instan adalah Rp15.000 per transaksi, dengan batas minimum dalam satuan BTC yang nilainya mengikuti harga pasar.
Apakah Bitcoin harus disimpan di platform tempat membeli?
Tidak harus. Bitcoin dapat tetap disimpan di platform kustodian atau dikirim ke self-custody wallet milik sendiri. Pengiriman ke wallet pribadi dikenai biaya jaringan, dan pemilik wajib menjaga seed phrase karena aset tidak dapat dipulihkan jika kunci tersebut hilang.




