Bitcoin baru saja menutup September di zona hijau, mematahkan reputasi September sebagai bulan terlemah. Kenaikan itu terjadi meski The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 dan RUU struktur pasar kripto, CLARITY Act, gagal melewati tahapan prosedural di Senat AS.
Kini pasar kripto memasuki Oktober, bulan yang kerap dijuluki “Uptober” karena catatan historisnya yang cenderung positif. Apakah momentum ini bisa berlanjut, atau justru tertahan oleh sikap hawkish The Fed dan tenggat pembayaran kreditur Mt. Gox pada 31 Oktober?
Berikut rangkuman peristiwa penting sepanjang September, beserta agenda dan perkembangan yang perlu Anda cermati sepanjang Oktober.
Rekap bulan September
Bitcoin mengawali September dari penutupan Agustus di level US$78.563 (sekitar Rp1,39 miliar). Awal bulan berjalan cukup berat, dengan harga bergerak dalam rentang sempit dan sempat tertekan ke titik terendah sekitar US$74.912 pada pertengahan bulan.
BTC kemudian berbalik arah hingga menyentuh level tertinggi US$87.397 pada 21 September, sebelum akhirnya ditutup di level US$83.712 (sekitar Rp1,50 miliar) pada 30 September.
Dengan level penutupan tersebut, Bitcoin mencatatkan kenaikan sekitar 6,6% sepanjang September. Ini menjadi September keempat berturut-turut yang ditutup positif, setelah kenaikan pada tahun 2023, 2024, dan 2025. Secara kuartalan, BTC juga membukukan kenaikan lebih dari 40% sepanjang kuartal III 2026, sekaligus menjadi kuartal positif pertama sejak kuartal III 2025.
Di tengah tekanan pada paruh pertama September 2026, pasar kripto juga menghadapi dua perkembangan penting. Pada 15 September, Senat AS gagal meloloskan mosi cloture (pembatasan perdebatan) atas Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act, dengan hasil 49 banding 50, kurang 11 suara dari ambang 60 suara yang dibutuhkan.
Pada hari yang sama, dana ETF Bitcoin spot AS mencatatkan arus keluar sebesar US$450 juta, terbesar sejak Juni, dan harga Bitcoin sempat turun ke kisaran US$75.000
Sehari kemudian, pada 16 September The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75% - 4,00% melalui voting bulat 12-0. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa inflasi sudah terlalu tinggi dalam waktu terlalu lama, sementara dot plot terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan lagi sebelum akhir 2026.
Sentimen pasar kripto mulai membaik setelah SEC (The United States Securities and Exchange Commission), otoritas pengawas pasar modal AS, menerbitkan perintah innovation exemption pada 17 September. Hal ini dipandang pasar sebagai sinyal pendekatan regulasi yang lebih akomodatif. Momentum ini memuncak pada 21 September, ketika dana ETF Bitcoin spot menyerap arus masuk US$999 juta dalam sehari, tertinggi sejak Oktober 2025. Lonjakan harga tersebut juga memicu short squeeze, dengan sekitar US$648 juta posisi short terlikuidasi.
Perusahaan investasi Bitcoin Strategy Inc. turut kembali mengakumulasi Bitcoin dengan membeli 950 BTC setelah jeda dua pekan. Sepanjang pekan yang berakhir 25 September, ETF Bitcoin spot membukukan arus masuk bersih US$2,4 miliar, capaian mingguan terkuat sejak Oktober 2025.
Menjelang akhir bulan, laju Bitcoin sempat tertahan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menembus level 5%, tertinggi sejak 2007. Kondisi ini membuat aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin menjadi kurang menarik bagi sebagian investor dalam jangka pendek.
Apa yang akan terjadi di bulan Oktober?
Upgrade Glamsterdam Ethereum di Testnet Sepolia
6 Oktober 2026
Ethereum Foundation telah menjadwalkan aktivasi upgrade Glamsterdam di testnet Sepolia pada 6 Oktober. Glamsterdam disebut sebagai salah satu pembaruan terbesar Ethereum sejak The Merge, dengan fokus pada peningkatan kapasitas jaringan.
Jadwal ini baru berlaku untuk testnet, sementara tanggal aktivasi di mainnet belum ditetapkan meski peta jalannya menargetkan kuartal IV 2026. Kelancaran uji coba di Sepolia akan menjadi indikator awal apakah target tersebut realistis, sehingga perkembangannya layak dicermati oleh investor ETH.
Risalah Rapat FOMC September
7 Oktober 2026
The Fed akan merilis risalah (minutes) rapat FOMC 15-16 September. Dokumen ini memberikan gambaran lebih rinci mengenai pertimbangan para pejabat The Fed di balik keputusan kenaikan suku bunga. Mengingat Warsh cenderung membatasi forward guidance dalam pernyataan resminya, pasar akan mencari petunjuk seberapa besar dukungan untuk kenaikan lanjutan di bulan Oktober atau Desember.
Data Inflasi AS (CPI)
14 Oktober 2026
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis data CPI bulan September. Pada Agustus, inflasi tahunan tercatat 3,4%, sama seperti bulan Juli, dengan kenaikan harga bensin sebagai pendorong utama. Adapun inflasi inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi melandai ke 2,4% dari 2,5%.
CPI September menjadi data inflasi terakhir sebelum pertemuan FOMC akhir bulan. Angka inflasi yang kembali panas berpotensi memperkuat skenario kenaikan suku bunga, sementara data yang melunak bisa meredakan kekhawatiran pasar dan menjadi katalis positif bagi Bitcoin.
Tenggat Komentar Publik Regulation Crypto Assets SEC
20 Oktober 2026
SEC mengusulkan Regulation Crypto Assets, kerangka aturan penawaran khusus bagi aset kripto di AS. Usulan ini menawarkan dua pengecualian dari kewajiban pendaftaran penawaran sekuritas, yakni penawaran hingga US$5 juta dalam periode empat tahun dan hingga US$75 juta per 12 bulan. Aturan ini juga memuat safe harbor (perlindungan hukum) yang mengatur kapan kontrak investasi yang melekat pada sebuah token dapat dinyatakan berakhir.
Usulan tersebut dipublikasikan di Federal Register (lembaran resmi pemerintah federal AS) pada 21 Agustus 2026. Tanggal 20 Oktober menjadi batas akhir masukan publik. Setelah itu, SEC akan meninjau seluruh komentar sebelum memutuskan apakah akan mengadopsi aturan final, yang bisa berbeda dari usulan saat ini.
Bagi pelaku pasar, usulan ini semakin penting dicermati setelah CLARITY Act gagal di Senat, sehingga arah regulasi kripto AS kini lebih banyak bergantung pada lembaga pengawas.
Secara prosedural, peluang pembahasan ulang RUU tersebut masih terbuka setelah Senator Thom Tillis mengajukan mosi pertimbangan ulang atas pemungutan suara itu. Namun, dengan pemilihan paruh waktu (midterm) AS yang digelar 3 November, pembahasan lanjutan kemungkinan besar baru terjadi setelah pemilu.
Pertemuan FOMC & Keputusan Suku Bunga
27-28 Oktober, keputusan diumumkan 29 Oktober pukul 01.00 WIB
The Fed akan menggelar pertemuan FOMC pada 27-28 Oktober. Keputusan suku bunga dijadwalkan diumumkan pada 28 Oktober pukul 14.00 waktu AS atau 29 Oktober pukul 01.00 WIB, disusul konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh. Berbeda dengan September, pertemuan kali ini tidak disertai rilis dot plot terbaru, sehingga perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan resmi dan konferensi pers tersebut.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober turun dari sekitar 70% menjadi di bawah 50% menurut CME FedWatch per 30 September. Penurunan ini terjadi setelah data lowongan kerja (JOLTS) dan keyakinan konsumen AS yang dirilis 29 September lebih lemah dari perkiraan, disusul komentar bernada dovish Presiden The Fed New York John Williams dan data inflasi PCE Agustus yang lebih rendah dari perkiraan. Keputusan menahan suku bunga di 3,75% - 4,00% berpotensi disambut positif oleh pasar kripto, sedangkan kenaikan kedua secara beruntun akan memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama.
Data PDB Kuartal III & Inflasi PCE
29 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB
Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) akan merilis estimasi awal pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal III sekaligus data inflasi PCE bulan September pada 29 Oktober pukul 08.30 waktu AS atau 19.30 WIB, sehari setelah keputusan FOMC menurut waktu AS.
PCE merupakan ukuran inflasi yang paling diperhatikan The Fed. Karena dirilis setelah keputusan Oktober, data ini lebih berpengaruh pada ekspektasi untuk pertemuan 8-9 Desember. Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi PCE yang masih tinggi dapat menjadi sinyal bahwa ruang kenaikan suku bunga pada Desember tetap terbuka.
Tenggat Pembayaran Kreditur Mt. Gox
31 Oktober 2026
Wali amanat Mt. Gox memiliki tenggat hingga 31 Oktober 2026 untuk menyelesaikan pembayaran kepada para kreditur, setelah sebelumnya diperpanjang dari Oktober 2025 dengan persetujuan pengadilan Tokyo. Data Arkham menunjukkan dompet Mt. Gox masih menyimpan sekitar 34.387 BTC, atau senilai sekitar US$2,88 miliar per akhir September.
Pergerakan dompet Mt. Gox kerap memicu kekhawatiran tekanan jual, karena pembayaran tahap awal pada 2024 sempat diikuti aksi jual oleh sebagian kreditur. Investor perlu mencermati apakah pembayaran benar-benar dituntaskan sebelum tenggat, atau justru kembali diperpanjang seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pola Musiman “Uptober”
Sepanjang Oktober
Berbeda dengan September, Oktober secara historis dikenal sebagai salah satu bulan terbaik bagi Bitcoin. Data CoinGlass mencatat Bitcoin ditutup menguat pada 10 dari 13 bulan Oktober sepanjang 2013 hingga 2025, dengan rata-rata kenaikan 19,92%.
Meski demikian, pola ini tidak selalu berulang. Pada Oktober 2025, Bitcoin justru turun 3,69% setelah ancaman tarif 100% terhadap produk Tiongkok memicu likuidasi posisi margin sekitar US$19 miliar dalam 24 jam. Pengalaman tahun lalu menunjukkan bahwa pola musiman tidak selalu berulang.



